Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Penyebab Lulusan Sarjana Gak Laku di Dunia Kerja

BLOGORANGIT - Memilih jurusan di bangku perkuliahan tentu harus sesuai dengan keinginan. Seseorang yang baru lulus dari SMA harus bisa menentukan apa cita-citanya sehingga tidak akan kesulitan memilih jurusan di universitas. Hal ini juga akan berdampak pada saat orang tersebut lulus kuliah karena jika memilih jurusan sesuai keinginan, dia tidak akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Namun, terkadang hal itu tidak sesuai dengan ekspektasi. Nyatanya, zaman sekarang masih sulit sekali mendapatkan pekerjaan walaupun bagi lulusan dari universitas ternama. Tentu permasalahan tersebut ada akar penyebabnya. Lalu, apa saja hal yang menjadi penyebab mengapa banyak lulusan dari universitas kesulitan mendapatkan pekerjaan, bahkan menjadi pengangguran? Simak ulasannya di bawah ini.

Penyebab Lulusan Sarjana Gak Laku

1. Kualitas yang Dimiliki Lulusan Masih Kurang

Setiap tahun, hampir seluruh universitas baik negeri dan swasta menghasilkan lulusan dengan nilai cemerlang atau cumlaude. Bayangkan saja, ada banyak sekali kampus yang berada di Indonesia dan jika tiap tahunnya sama-sama menghasilkan lulusan. Jadi, ada berapa orang siap terjun ke dunia kerja? Tentu jumlahnya tidak terhingga. Ternyata hal inilah yang menjadi salah satu penyebab lulusan sulit diterima kerja.

Walaupun mereka mendapatkan IPK cumlaude, hal itu tidak sepenuhnya menjelaskan bahwa ia adalah lulusan yang berkualitas. Belum lagi kemampuan akademik yang dimiliki oleh tiap lulusan tidak terlalu berpengaruh jika ia masuk ke dunia kerja. Terkadang, ada lulusan dengan nilai bagus tetapi hal itu tidak bisa diimplementasikan secara baik ketika masuk dunia kerja, karena bisa saja kinerjanya buruk.

Jadi, seseorang tidak bisa serta merta mengandalkan nilai akhir yang didapatkan karena belum tentu hal ini menjelaskan bahwa ia adalah orang berkualitas dan siap untuk terjun ke dunia kerja. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa masih ada lulusan yang kesulitan mencari pekerjaan di zaman sekarang. Karena nyatanya, walaupun nilai akhirnya tidak cumlaude, bisa jadi ia memiliki kinerja yang lebih baik.

Tentu hal ini harus diperhatikan oleh setiap lulusan yang hendak mencari pekerjaan. Selama masih menjadi mahasiswa, galilah terus potensi dan perbanyak pengalaman untuk melatih diri agar bisa terjun ke dunia kerja. 

Jika demikian, Anda tidak akan kebingungan mencari pekerjaan karena bisa didapatkan dengan mudah. Tetapi, yang lebih baik adalah bisa mendapatkan IPK cumlaude dan memiliki kualitas bagus.

2. Memilih-milih Dalam Mencari Pekerjaan

Alasan kedua mengapa sulit sekali bagi mahasiswa untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang adalah karena lulusan tersebut ternyata adalah orang yang pemilih. Banyak dari calon pekerja yang ingin bekerja di perusahaan dengan mendapat gaji besar diawal, tidak memberlakukan sistem shift, lokasi nyaman, dan jarang lembur, padahal belum memiliki pengalaman bekerja

Keinginan yang terlalu tinggi inilah yang menyebabkan sampai sekarang masih banyak lulusan tidak langsung diterima di perusahaan. Padahal sebenarnya, jika masih belum memiliki pengalaman di dunia kerja, alangkah baiknya tidak pilah-pilih pekerjaan. Carilah pekerjaan yang sesuai dengan keahlian Anda, lalu asah kemampuan dan perbanyak pengalaman di bidang tersebut.

Barulah jika sudah memiliki banyak pengalaman di bidang tersebut, suatu hari nanti Anda bisa mendapatkan hal yang lebih baik seperti pengangkatan jabatan, gaji besar, mendapat lokasi bekerja nyaman, dan sebagainya. Tidak ada hal yang instan di dunia ini, dan tidak ada orang langsung sukses. Semua berjuang dari bawah hingga bisa mendapatkan kenyamanan yang diinginkan.

Kalau punya track record bagus misal pernah bekerja di perusahaan mancanegara, silahkan tawar menawar gaji dengan perusahaan yang bersangkutan

3. Kurangnya Bimbingan Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

Penyebab lain mengapa sampai saat ini masih banyak pengangguran padahal mereka adalah lulusan universitas terbaik adalah kurangnya bimbingan sebelum terjun langsung ke dunia kerja. Ketika masih menjadi mahasiswa di suatu kampus, mereka tidak diajarkan bagaimana keadaan yang ada di dunia kerja saat ini. Mereka hanya diberi materi yang terkadang tidak terlalu berhubungan dengan persiapan kerja. 

Karena hal inilah banyak mahasiswa yang memulai lagi dari bawah ketika hendak melamar pekerjaan. Banyak mahasiswa yang tidak langsung diterima di suatu pekerjaan karena kurangnya bimbingan ketika masih kuliah, jadi kurang ada bayangan tentang dunia kerja. Mereka juga tidak tahu bagaimana sistem di suatu bursa kerja sehingga tidak melakukan persiapan apapun ketika melamar pekerjaan. 

Dalam hal ini, akan lebih baik jika sebelum masuk ke dunia pekerjaan, pihak kampus mendatangkan bagian eksekutif perusahaan melakukan kunjungan ke kampus negeri ataupun swasta untuk berbagi terkait tips dan sistem yang digunakan dalam sebuah bursa kerja. 

Pihak perusahaan juga bisa berbagi aktivitas yang bisa dipersiapkan oleh calon lulusan sebelum melamar pekerjaan. Dengan demikian, mereka akan mempunyai bayangan dan tidak kebingungan setelah wisuda.

Baca juga: Kampus Teknik informatika terbaik

Jadi, sebelum wisuda, calon lulusan sudah mempersiapkan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan. Tentu mereka juga sudah mendapatkan bayangan sehingga tidak akan khawatir dan kemungkinan besar bisa diterima bekerja. Hal ini yang harus diperhatikan betul oleh pihak kampus agar melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk memudahkan para lulusan.

Kalau saya dulu semester tua sering diberikan project untuk membuat berbagai macam aplikasi untuk instansi pemerintahan dan perusahan yang sebelumnya telah bekerjasama dengan kampus

4. Kurangnya Softskills Para Lulusan

Hal yang tidak kalah penting dan menjadi penyebab utama mengapa sampai saat ini masih banyak lulusan sarjana susah mendapatkan pekerjaan adalah kurangnya Softskills. Tentu hal ini harus diperhatikan betul oleh mahasiswa ketika masih berada di kampus untuk terus mengembangkan bakat dan potensinya, serta mencari relasi dan pengalaman sebanyak mungkin. Ini bisa dijadikan bekal saat ia terjun ke dunia kerja.

Softskills yang biasanya dibutuhkan oleh pihak perusahaan adalah kemampuan berkomunikasi yang baik, kedewasaan berpikir dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Hal ini bisa dibentuk jika mahasiswa tersebut melatih dirinya selama masa kuliah, misalnya dengan mengikut organisasi. Jika bergabung ke organisasi tentu ada banyak pelajaran yang akan didapat dan pastinya Softskills Anda bisa terbentuk dengan sendirinya.

Perusahaan tentu juga melihat softskills yang dimiliki oleh calon pekerja daripada nilai akademiknya. Terkadang, nilai akademik yang tinggi dari seorang lulusan tidak bisa dijadikan jaminan bahwa dirinya memiliki softkills yang dibutuhkan oleh perusahaan. Perusahaan tentu akan memilih orang yang memiliki softkills bagus karena hal itu sangat menguntungkan. 

Maka dalam lamaran pekerjaan di bagian form isian pengalaman organisasi, sebaiknya diisi minimal pernah aktif dilingkungan desa sebagai karang taruna

Jadi, jika Anda masih berada di bangku perkuliahan, belum terlambat jika ingin mengasah softkills terlebih dahulu sebelum memasuki dunia kerja. Teruslah mencari pengalaman sebanyak mungkin yang bisa membantu Anda agar mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti. Jangan lupa juga untuk tetap meningkatkan nilai akademik agar seimbang antara kemampuan kerja dan softskill

5. Jumlah yang Tidak Sebanding Antara Lulusan dan Kebutuhan Perusahaan

Penyebab terakhir mengapa masih ada saja lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan adalah karena jumlah alumni dan kebutuhan perusahaan tidak sebanding. Setiap tahun kampus di Indonesia menghasilkan lulusan yang jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit. Padahal, tidak banyak perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja. 

Hal ini juga sesuai dengan fakta di lapangan bahwa tidak semua lulusan menjadi orang yang siap bekerja. Belum lagi skill yang dimiliki oleh calon pekerja masih kurang. Bahkan, di setiap tahunnya lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan selalu lebih rendah dibanding jumlah lulusan dari universitas tersebut. 

www helmykediri.com

Helmy Kediri
Helmy Kediri Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendokan orang tuanya

Posting Komentar untuk "5 Penyebab Lulusan Sarjana Gak Laku di Dunia Kerja"