Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tips agar tidak salah pilih jurusan kuliah

87% Mahasiswa Indonesia merasa salah pilih jurusan kuliah dan itu berdampak sangat-sangat fatal. Jangan sampai teman terdekatmu mengalami masa-masa terburuknya karena salah jurusan kuliah

tips agar salah pilih jurusan kuliah

Memangnya banyak ya mahasiswa yang tidak memilih jurusan mereka dengan tepat? Jawabannya BANYAK SEKALI. 

Tahukah kalian, ada 87% mahasiswa di Indonesia yang merasa salah jurusan..

Terus memangnya kenapa kalau salah jurusan? Dengan salah jurusan, kamu akan menjadi: 

1) Sering gak paham dengan materi kuliah; 

2) Gak semangat buat kuliah; 

3) Tidak menjiwai perkuliahan, hadir di kelas karena alasan lain seperti ketemu pacar hingga ketemu teman main; 

4) Mahasiswa dengan indeks prestasi yang jeblok; 

5) Lebih sering menghabiskan waktu untuk hobi (apalagi kalau hobinya tidak bermanfaat) daripada kuliah; 

6) Tidak ada minat untuk mengembangkan kemampuan diri;

7) Sering melamun ditengah-tengah pembelajaran kuliah; dan masih banyak lagi yang ujung-ujungnya menjadikanmu sebagai tenaga kerja terdidik tapi tidak handal. 

Mau tidak? Biar ga salah jurusan kuliah, yuk kita dalami minat dan bakat teman-teman..

Cita-citaku Beda dengan Keinginan Orang Tua, Aku Harus Bagaimana? 

"Aku mau jadi seorang chef. Tapi orang tuaku ingin aku jadi dokter. Aku harus bagaimana?" 

Sebut saja namanya Andri. Dia saat ini sedang menginjak kelas 12. Sedang sibuk belajar untuk persiapan ujian nasional yang menentukan dirinya lulus atau tidak dari SMA. Berbagai mata pelajaran dipelajari kembali. 

Tidak hanya ujian nasional, Andri pun mulai dipusingkan dengan kesiapannya menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Berbagai persiapan untuk menghadapi soal-soal yang lebih sulit dari Ujian Nasional pun dilakukannya. Bimbel pun dia ikuti dengan tekun.

Andri sebenarnya bercita-cita ingin menjadi seorang chef terkenal. Dia ingin seperti pamannya yang sukses membuka restoran di berbagai cabang. 

Hari telah tiba, Andri harus memilih jurusan dan fakultas dimana dia akan berkuliah nanti. Perdebatan sengit antara Andri dan orang tuanya pun dimulai. Orang tuanya ingin dia menjadi dokter. Mengobati banyak orang dan terlihat lebih tinggi status sosialnya di daerahnya. Sementara itu, Andri bersikukuh tetap ingin menjadi seorang chef. Apa yang harus dilakukan Andri?

Pada dasarnya keinginan sang anak dan orangtuanya dalam memilih jenjang pendidikan adalah baik. Sang anak harus benar-benar bersyukur karena memiliki orangtua yang peduli akan pendidikannya. 

Dengan kepeduliannya tentu bantuan materiil atau non materiil bisa didapatkan oleh anak. Begitu juga dengan para orangtua, mereka harus senang dan bangga dengan keinginan anaknya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. 

Beranjak dari permasalahan itu, harus ada indikator yang dijadikan ukuran bagi anak dan orangtua dalam memilih jurusan dan PT yang akan diambil. Indikator atau patokan yang bisa dijadikan ukuran itu diantaranya adalah hasil TO (try out), minat, dan bakat atau kemampuan. 

Pertama TO (Try Out).

TO merupakan simulasi mengerjakan soal yang diperuntukkan bagi siswa dengan mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang ditentukan sebagai latihan dan persiapan dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) atau SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ). 

Anak maupun orangtuanya bisa mencermati nilai ini untuk dijadikan indikator dalam persiapan studi lanjut sang anak. 

Kedua, minat

Menurut M. Alisuf Sabri (1995:84), minat erat kaitannya dengan perasaan senang, sehingga dapat dikatakan minat dapat terjadi karena sikap senang terhadap sesuatu, orang yang berminat kepada sesuatu itu berarti sikapnya senang terhadap sesuatu itu.

Minat berdampak pada kelancaran studi ketika kuliah. Banyak mahasiswa semester awal yang kemudian pindah ke kampus lain karena dia tidak minat dengan jurusan dan PT yang merupakan salah pilihan atau paksaan dari orangtua. 

Banyak juga mahasiswa yang sangat lama menyelesaikan masa studi atau bahkan di keluarkan (drop out) karena salah satu faktornya masalah minat dalam belajar. Maka dari itu minat perlu diberikan porsi dalam memilih jurusan dan PT bagi sang anak. 

Ketiga, bakat atau kemampuan

Bakat atau kemampuan merupakan potensi yang melekat dalam diri seseorang. Dalam hal ini, cara yang paling mudah untuk menemukan bakat seorang anak dapat dilihat dari prestasinya baik yang bersifat akademik maupun non akademik. 

Bakat berkaitan sangat erat dengan minat karena keduanya saling mempengaruhi. Anak yang tidak berbakat pada sesuatu tapi mempunyai minat yang tinggi maka bakat dapat lahir dengan sendirinya. Ada gairah yang bergejolak ditambah dengan optimalisasi potensi diri ketika minat mulai menunjukkan kekuatannya. Disinilah bakat akan tercipta, tinggal masalah waktu yang memang tidak bisa instan. 

Pada dasarnya keinginan sang anak maupun orangtuanya sangat baik. Masing-masing dari mereka menginginkan yang terbaik buat diri dan keluarganya. Hanya kadang masalah malah muncul disini. 

Keinginan antar keduanya kadang dibenturkan pada perbedaan pilihan termasuk dalam memilih jenjang studi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, untuk mengatasi atau meminimalisir masalah tersebut, ada pijakan yang dijadikan kesepakatan antara anak dan orang tua yang diantaranya melihat dari hasil TO sang anak, minat, serta bakat dan kemampuannya. 

Dengan demikian, kesuksesan studi sang anak dan kebahagian orangtua dapat tercapai. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua yang masih bingung memilih jurusan kuliah. 😁

10 Pertanyaan Untuk Menemukan Karir Impian 

Bingung sama masa depanmu mau jadi apa? Apakah kamu sudah mengenal dirimu? Daripada lanjutin bingung nya, mending refleksikan dirimu dengan 10 pertanyaan ini yuk. 

Jika saya dapat bertukar profesi dengan teman saya, maka saya akan memilih profesi………karena ……… Saya selalu penasaran akan seperti apa bila menjadi ……… Hal tersebut menarik bagi saya karena ……… Jika saya punya pendidikan atau kemampuan yang tepat, saya tentu mencoba menjadi ………, karena ………

Jika saya harus kembali ke sekolah besok, saya akan mengambil mata pelajaran ……… karena ……… Asisten dan teman-teman saya selalu mengatakan saya hebat di bagian ………, karena ……… Hal yang paling saya sukai pada pekerjaan terkini saya adalah ………, karena ……… Jika atasan guru saya membiarkan saya, saya akan mengerjakan ………, karena ……… Jika di hari Sabtu saya bebas untuk menghabiskan waktu dengan "mengerjakan" sesuatu, saya akan ………memilih mengerjakan ………, karena ……… Jika saya pensiun, saya ingin dikenal sebagai ………, karena ………

Baca juga: Ciri2 mahasiswa salah pilih jurusan

8 Tips Mudah Lulus SNMPTN

Admin kali ini mau share tips untuk lolos SNMPTN mengingat kuota SNMPTN itu yang paling besar lho, yaitu 50%. Oleh karena itu, yuk kita simak 8 tips agar bisa lolos SNMPTN. 

1. Memilih Jurusan Salah 

Salah pilih jurusan sering kali menyebabkan tidak lulusnya SNMPTN, cara memilih jurusan yang benar adalah jika kamu jurusan IPA pastikan kamu mengambil jurusan yang berhubungan dengan IPA lagi, begitupula dengan jurusan IPS pastikan kamu memilih jurusan yang ada hubungannya dengan IPS. 

Jangan sekali – kali kamu melompat keluar dari bidang jurusan kamu, misalnya dari jurusan IPA mengambil jurusan yang berhubungan dengan IPS, karena peluang kamu lulus SNMPTN akan sangat tipis sekali.

2. Passing Grade Jurusan

Mungkin masuk jurusan favorit adalah impian setiap siswa yang mengikuti SNMPTN 2022-2023. Tetapi kamu juga jangan memaksakan diri untuk tetap kekeh mengambil jurusan yang sangat favorit. Pikirkan dulu pesaing jurusan tersebut, lalu nilai raport kamu, lalu pesaing dari sekolah kamu yang daftar jurusan tersebut. 

Mengapa? Karena jika kemampuan kamu biasa saja kemungkinan kamu tidak akan lulus SNMPTN di jurusan favorit, kecuali kamu mempunyai banyak prestasi dan nilai yang sangat baik sekali.

3. Nilai Raport 

Banyak orang yang menilai nilai raport yang selalu naik memiliki peluang yang sangat besar untuk lulus SNMPTN 2022-2023. Memang benar tetapi, bagi kamu yang memilik nilai yang tidak naik terus jangan khawatir asal jangan anjlok saja turunnya dan juga di tiap semester nialnya turun. 

4. Faktor Alumni 

Perhatikan jumlah alumni yang lulus di PTN tahun lalu. Biasanya jika kamu mendaftar di universitas jurusan dan banyak alumni dari sekolah kamu yang diterima biasanya bisa menciptakan sedikit peluang agar kamu lulus SNMPTN 2022-2023

5. Faktor Sekolah 

Meskipun nilai raport kamu tidak begitu bagus tetapi jika kamu bersekolah yang memiliki akreditasi yang sangat baik, ada kemungkinan kamu bisa lulus di SNMPTN 2022-2023, dan jika kamu bersekolah di sekolah yang beraktreditasi rendah kamu harus sedikit berjuang keras agar bisa lulus di SNMPTN 2022-2023 

6. Mengurutkan Jurusan 

Cara mengurutkan jurusan yang benar saat pendaftaran SNMPTN 2022-2023 adalah pastikan di bagian pertama adalah jurusan favorit kamu. Jurusan ke 2 pilihlah jurusan yang masih berhubungan dengan bidang jurusan di sekolah kamu, yang ke 3 pilihlah jurusan yang mempunyai passing grade dan daya saing yang sedikit.

7. Prestasi Non Akademik 

Jika kamu mempunyai prestasi di luar sekolah, mau apapun itu prestasinya lampirkan saja karena dapat membantu kamu berpeluang lulus SNMPTN 2022-2023. 

8. Ber Do’a 

Terakhir adalah berdoa. Ya, berdoa. Pastikan kamu terus menerus berdo’a agar di mudahkan segala urusannya dan juga di mudahkan untuk lulus SNMPTN 2022-2023 amin. 

Mungkin itu saja informasi tentang 8 Tips Mudah Lulus SNMPTN. Mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengikuti SNMPTN. Meskipun 8 tips ini tidak akan pasti membuat kamu lulus di SNMPTN, tapi setidak nya kamu sudah berusaha

Helmy Kediri
Helmy Kediri Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendokan orang tuanya

Posting Komentar untuk "Tips agar tidak salah pilih jurusan kuliah"