Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sederet Amal Ibadah yang Dianjurkan Selama Bulan Ramadhan

 

Amal Ibadah yang Dianjurkan Selama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan senantiasa menaruh berkah, karenanya umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Terlebih, Allah SWT berjanji akan melipatgandakan pahala bagi umat-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Oleh karenanya, kesempatan ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk memperbaiki diri, sekaligus ajang dalam menghapus dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim “Shalat lima waktu dan bulan Ramadhan menjadi waktu untuk penghapusan dosa-dosa.”

Dalam hadits lain, Rasulullah mengatakan barang siapa yang berpuasa di bula Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosa di masa lalu.

Hadits tersebut menjelaskan betapa Maha Pengampun dan Maha Penyayang Allah kepada hamba-Nya. Ia bukakan pintu taubat, serta ia limpahkan pahala agar umat-Nya berlomba-lomba dalam mengerjakan kebajikan. 

Di bulan yang penuh berkah ini pula, Allah mengajak hamba-Nya untuk mengingat kisah nabi dan sahabat terdahulu. Pasalnya, ada banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan. Karena itulah, Allah memberi keutamaan dan keberkahan di bulan Ramadhan, agar umat Islam dapat menjadikannya sebagai itibar dan mendapatkan pahala dalam segala kebajikan.

Namun, tentu perlu diingat bahwasanya keberkahan Ramadhan bisa digapai melalui ibadah yang telah dianjurkan. Alih-alih menghapus dosa, memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan menjadi investasi untuk di akhirat kelak.

Sebab, hanya amal ibadah lah yang menjadi penolong kita dari siksa kubur. Lantas, ibadah apa saja yang dianjurkan selama bulan Ramadhan? Bagaimana pula keutamaannya? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Membaca Al-Qur’an

Perumpamaan orang yang rajin membaca Al-Qur’an seperti buah utrujah yang memiliki wangi sedap dan rasanya amatlah manis. Sementara perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah kurma yang tidak memiliki bau, namun rasanya manis.

Sedangkan orang munafiq yang membaca Al-Qur’an, ibarat buah raihanah yang aromanya wangi nan sedap. Namun, rasanya amatlah pahit.

Pahala dari membaca Al-Qur’an pun terbilang amat besar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwasanya disebutkan orang yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan. Untuk diketahui, satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat.

“Saya tidak mengatakan Alif lam mum itu satu huruf. Tetapi alif itu satu huruf, lam satu huruf dan mim itu satu huruf.” (HR Muslim no.1896).

Bayangkan betapa banyaknya pahala yang didapat, manakala kita rutin membaca Al-Qur’an. Terlebih momennya pada saat bulan Ramadhan, di mana Allah akan limpahkan pahala dari membaca Al-Qur’an dan ibadah puasa itu sendiri.

Maka dari itu, dalam sehari setidaknya luangkan lah waktu untuk membaca Al-Qur’an. Tak apa sedikit, asalkan rutin. Apabila kita rajin membaca Al-Qur’an, kelak akan ditemani oleh malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca Al-Qur’an dengan gagap, sulit membaca dan memahami Al-Qur’an, maka terdapat dua pahala kebaikan. Masyaallah, betapa maha pengasihnya Allah Ta’ala.

2. Melaksanakan shalat tarawih

Momen shalat tarawih hanya ada setahun sekali. Maka dari itu, manfaatkan lah momen ini sebagai ladang untuk mendapat pahala. Terlebih, Allah Ta’ala menjanjikan untuk mengampuni dosa hamba-Nya.

“Barangsiapa yang shalat tarawih di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR Bukhari no.37 dan Muslim no.759).

Meski tidak dilaksanakan di masjid, anda bisa melakukan shalat tarawih secara mandiri di rumah. Namun, akan lebih baik jika dikerjakan dengan bersama (berjama’ah).

3. Tidak melewatkan makan sahur

Dalam menjalankan ibadah puasa, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidak melewatkan sahur. Pasalnya, dalam setiap makan sahur terdapat keberkahan yang diberi Allah Ta’ala. Karena itu, sayang jika harus dilewatkan.

Dalam hadits riwayat Bukhari no.1923 dan Muslim no.1095 disebutkan, Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwasanya nabi Muhammad bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.”

Tak hanya itu, dalam hadits lain juga disebutkan Allah menaruh keberkahan pada makan sahur. Maka, jangan lah kamu meninggalkannya. Jika anda kesiangan pun, hendaklah sempatkan sahur walau hanya seteguk air.

Sebab, saat makan sahur Allah SWT bersama malaikat mendatangi hamba-Nya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak melewatkan ibadah yang satu ini.

4. Menyegerakan waktu berbuka puasa

Disebutkan bahwa menyegerakan berbuka berarti mengikuti sunnah Rasulullah. Tapi, tahukah anda alasan mengapa Rasulullah menyuruh umatnya untuk menyegerakan berbuka? Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud 2/305 dan Ibnu Hibbah no.223 disebutkan, agama Islam akan senantiasa menang jika umatnya menyegerakan berbuka.

Bukan hanya itu, hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban no.891 dikatakan, bahwa umat nabi Muhammad akan mengikuti sunnah beliau, asalkan saat berbuka puasa, mereka menunggu bintang terbit.

Untuk mengikuti sunnah Rasul, hendaklah saat berbuka puasa konsumsi sajian yang manis seperti kurma. Perlu diperhatikan pula agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan. Tujuannya agar ibadah shalat maghrib dapat dilaksanakan dengan khusyu.

Baca juga: Hal2 yang membatalkan puasa

5. Menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang tercela

Berpuasa berarti menahan diri dari segala bentuk godaan. Puasa juga melatih kita untuk memperbaiki diri, berlatih sabar dan istiqamah melakukan kebajikan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menahan diri dari godaan yang menimbulkan nafsu. Sebab, puasa seseorang akan sia-sia jika diiiringi dengan perbuatan tercela.

Untuk menyiasatinya, alihkan nafsu dengan mengerjakan hal-hal produktif. Misalnya seperti mengaji, bersedekah, memperluas ilmu dengan belajar atau mengikuti kajian, menolong sesama hingga lainnya.

Saat diawal, memang akan terasa sulit. Namun, cobalah berlatih agar diri senantiasa dekat dengan Allah SWT. Penting pula bagi kita untuk mengontrol diri agar puasa kian diberkahi.

6. Bersedekah

Dalam hadits riwayat Bukhari no.1419 diceritakan, ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Lalu ia bertanya “wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?” 

Kemudian Rasulullah pun menjawab “kamu bershadaqah saat dalam keadaan sehat, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nunda hingga nyawamu tiba.”

Selain membantu sesama muslim, keuatamaan sedekah adalah untuk membersihkan diri, membuka pintu rejeki, menghapus dosa serta diberi naungan pada hari kiamat. Atas hal itulah, pentng bagi kita untuk memberi sedekah kepada yang membutuhkan.

Tak perlu khawatir. Sebab, Allah SWT telah berjanji akan melapangkan rejeki hamba-Nya yang bersedekah. Pada bulan penuh ampun ini pula, penting bagi kita untuk memperhatikan sesama. Sebab, barangsiapa yang menolong dan memperhatikan saudara seimannya, maka Allah akan permudahkan pula urusannya.

Sebenarnya, ada banyak sedekah yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan. Misalnya memberi hidangan sahur atau buka puasa kepada sesama. Selain menuai berkah, kebiasaan ini dapat mempererat tali silahturahmi. 

Akhir kata, marilah bersama-sama kiia memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadhan. Sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah, hendaknya kita memperbanyak ibadah dengan mengharap Ridha Allah Ta’ala.

Terlebih, di bulan Ramadhan ini Allah memberi ampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat. Oleh sebabnya, penting bagi kita untuk bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam menjalankan ibadah.

www,helmykediri..com
Helmy Kediri
Helmy Kediri Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendokan orang tuanya

Posting Komentar untuk "Sederet Amal Ibadah yang Dianjurkan Selama Bulan Ramadhan"

Berlangganan via Email