Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Bisnis dadakan yang populer dibulan ramadhan

Bisnis dadakan yang populer dibulan ramadhan

Sudah menjadi fenomena umum munculnya banyak bisnis dadakan pada saat Ramadhan. Selain menuai untung, bisnis dadakan dapat menjadi alternatif untuk mengisi kegiatan. Tak heran, banyak dari masyarakat yang tertarik untuk mulai berbisnis.

Terlebih, bisnis merupakan anjuran nabi Muhammad SAW. Hadits riwayat Tirmidzi dalam kitab Al-Buyu’ bab Ma ja a fit tijaroti no.1130 menyebutkan, pedagang yang senantiasa jujur dan amanah, nantinya akan bersama para nabi, orang-orang jujur dan orang yang mati syahid.

Melalui bisnis pula, kita turut mendapat keberkahan. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad, jika penjual dan pembeli jujur dalam bertransaksi, keduanya akan mendapat keberkahan. Sebaliknya, penjual atau pembeli yang menyembunyikan kecacatan barang dan berkata dusta, maka keberkahan itu akan hilang.

Namun, tahukah anda? Bahwasanya berbisnis telah dilakukan oleh Rasulullah sejak menginjak usia remaja. Bersama rekannya As-Saib bin Abus-Saib, untuk pertama kali Rasulullah memulai bisnis. Dalam berdagang, Rasulullah dikenal dengan sosok yang amanah, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga kehormatan diri. Karena itulah, ia diberi gelar Al-Amin.

Dalam usianya yang masih muda, beliau juga telah memimpin ekpedisi perdagangan ke luar negeri. Bisnis Rasulullah kian melejit saat bertemu Khadijah. Kala itu, Khadijah mengutus Rasulullah sebagai pemimpin dagang ke negeri Syam.

Berkat kecerdasan juga kegesitan beliau, bisnis Khadijah di negeri Syam kian menguntungkan. Tak heran, Khadijah mempertahankan Rasulullah untuk mengembangkan bisnisnya. 

Hingga usia 40 tahun pun, Rasulullah masih menekuni bisnis. Bahkan sebelum menjadi Rasul, namanya telah populer di kalangan masyarakat Arab maupun Syam. Atas dasar itulah, beliau menganjurkan umatnya untuk berbisnis dengan tekun dan jujur.

Sebab dengan berbisnis, kita mendapat banyak keuntungan. Ambil contoh, berbisnis bisa meningkatkan wawasan, menjalin tali silahturahmi, hingga memutar perekonomian.

Lantas memasuki bulan Ramadhan ini, bisnis apa saja yang menuai berkah? Bagaimana pula peluangnya? Simak uraian di bawah ini!

1. Raup keuntungan melalui penjualan takjil

Takjil identik dengan bulan Ramadhan. Pasalnya saat menunggu buka puasa, mayoritas dari kita ngabuburit sambil mencari hidangan berbuka. Tak heran, selama bulan Ramadhan banyak dari tetangga, kerabat bahkan lingkungan sekitar menaruh peruntungan dalam bisnis ini.

Dengan modal yang minim, bisnis takjil dapat mendayung keuntungan jika anda tekuni. Cobalah menjual hidangan praktis seperti sop buah, es kelapa muda atau minuman segar lainnya.

Jika memiliki waktu luang, coba salurkan ide kreatif anda. Misalnya menjual martabak manis dengan aneka rasa, kolak ubi dan lainnya. Untuk harga, patoklah sesuai dengan harga pasaran. Dijamin deh! Dalam sebulan anda bisa meraup keuntungan.

2. Bisnis busana muslim

Pada bulan Ramadhan, baik pria maupun wanita berlomba-lomba memaksimalkan ibadah. Tak ayal, busana muslim laris manis untuk dikenakan. Terlebih, akan adanya momen idul fitri yang mengharuskan kita untuk memakai perlengkapan muslim.

Untuk menjajaki bisnis ini, anda bisa memulainya dengan menjadi reseller. Carilah distributor terpercaya dengan harga terjangkau agar kualitas barang yang anda jual terjamin. Sebagai tips, rajin lah memposting dagangan anda di sosial media seperti instagram.

Sebab, langkah ini ampuh untuk mendatangkan minat masyarakat. Jangan lupa, cantumkan pula testimoni dari pelanggan. Tujuannya agar bisnis anda mendapat kepercayaan yang tinggi, sehingga orang makin banyak menyerbu dagangan anda.

3. Jago masak? Buka layanan open PO

Ramadhan bisa dijadikan momen untuk memasak menu sahur ataupun buka puasa. Sebab, tak sedikit dari kita yang tidak punya waktu untuk menyiapkan hidangan berbuka. Tak jarang, kita pun kehabisan ide bahkan kesiangan untuk memasak sahur.

Oleh karena itu, bisnis ini dinilai menguntungkan. Agar porsi masakmu tidak berlebih, bukalah kuota Pre-Order dengan menawarkan menu berbeda. Misalnya untuk hari pertama, anda membuka pesanan sebanyak 50 box nasi dengan semur ayam dan tumis capcay. 

Pada Pre-Order selanjutnya, terimalah pesanan sesuai dengan keloter sebelumnya atau sedikit lebih banyak. Perlu juga untuk menghadirkan menu berbeda agar pelanggan tidak bosan. Langkah ini dinilai strategis dalam mengelola modal, sekaligus mengurangi hidangan yang berlebih. 

4. Praktis nan mudah! Cobalah berdagang kurma

Selama Ramadhan, makanan manis kian menjadi primadona. Begitu pun dengan kurma. Mayoritas dari kita akan mengonsumsi kurma sebelum menyantap hidangan berat. Tujuannya agar perut tidak kekenyangan, sehingga menghambat ibadah shalat maghrib.

Karena itu, ambil lah peluang dari momen ini. Untuk memulainya, tawarkan kepada teman kantor, tetangga dan lingkungan sekitar. Anda juga disarankan untuk memasarkannya melalui akun sosial media yang dimiliki.

Agar menarik minat pembeli, tawarkan lah berbagai macam varian kurma. Atau, pilihlah varian yang setidaknya paling diminati oleh masyarakat. Dalam hal ini, anda harus melakukan riset terlebih dahulu.

5. Laris manis, cobalah berjualan Gorengan

Tak dapat dipungkiri, gorengan menjadi salah satu item yang paling diburu selama bulan Ramadhan. Karena itu, manfaatkan lah momen ini sebagai peluang untuk menambah penghasilan.

Anda bisa menjual gorengan di depan rumah bahkan di lingkungan komplek. Karena modalnya yang minim pula, anda bisa menawarkan berbagai jenis gorengan. Mulai dari tempe, bakwan, tahu, cireng hingga risoles. 

Agar tak monoton, sesekali tambahlah menu baru nan kekinian seperti nugget dan sosis goreng, kentang goreng, pisang keju dan lainnya. Dijamin deh! selain bertambahnya pembeli, keuntungan pun kian melejit.

Baca deh: Hukum puasa orang yang junub

6. Merakit parcel

Bisnis parcel kian menjanjikan karena selama Ramadhan dan lebaran, kantor kerap memberi parcel kepada karyawannya. Bukan hanya kantor, tradisi memberi parcel juga datang dari keluarga bahkan kolega.

Karena mayoritas masyarakat berlomba-lomba dalam memberi parcel, tak ada salahnya anda memeriahkan bisnis ini. Hanya saja yang menjadi tantangan, anda harus memiliki segudang ide kreatif agar dapat bersaing.

Sehingga, penting bagi anda untuk memperhatikan desain maupun pengemasan parcel. Maklum, pengemasan yang aesthetic kerap diminati lantaran dinilai lucu dan “menjual.”

Terkait harga, patoklah berdasarkan isi parcel dan pengemasannya. Semakin membutuhkan kreativitas tinggi, maka satu paket parsel dibandrol dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, jangan lupa sesuaikan dengan budgetmu, ya!

7. Raup keuntungan melalui rental mobil

Setelah satu bulan berpuasa, umat muslim merayakan idul fitri sebagai hari kemenangannya. Pada momen ini, mayoritas dari kita melakukan mudik untuk berkumpul dengan keluarga besar. Karenanya menjelang hari raya, jasa rental mobil banyak dicari oleh masyarakat.

Dinilai berpeluang, tak ada salahnya anda menawarkan rental mobil. Jika anda tidak mudik dan punya mobil pribadi dengan kualitas oke, coba sewakan. Dijamin! dalam beberapa minggu anda akan meraup keuntungan. Terlebih, saat lebaran biasanya tarif rental mobil pun ikut naik. 

Untuk mengantisipasi kerugian, mintalah penyewa untuk fotokopi SIM, KTP ataupun Kartu Keluarga.

Pada hakekatnya, anda bisa melakukan bisnis apapun untuk meraup keuntungan. Asalkan bisnis tersebut memberi dampak positif bagi kedua belah pihak, tentu hukumnya halal. Perlu diingat pula, bisnis harus didasari oleh kepercayaan juga kejujuran. Hal ini bertujuan agar kita tetap mendapat ridho dan keberkahan dari Allah Ta’ala. 

www,helmykediri..com
Helmy Kediri
Helmy Kediri Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendokan orang tuanya

Posting Komentar untuk "7 Bisnis dadakan yang populer dibulan ramadhan"

Berlangganan via Email