Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Hikmah Adanya Pandemi Corona Di bulan Ramadhan

Sejak pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan China, Covid-19 semakin menggeliat dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, Pandemi Covid-19 atau Corona sudah berlangsung 1 tahun lebih lamanya. Sudah 1,5 juta kasus yang terjadi, sekitar 1,3 juta pasien yang sembuh, dan 40rb nyawa gugur dalam proses seleksi alam akibat pandemi ini. Data tersebut menunjukkan bahwa virus ini bukan sesuatu yang main-main, meskipun masih ada beberapa orang yang abai dan menganggap pandemi ini sebagai sesuatu yang sepele.  

Banyak hal yang berubah disebabkan oleh pandemi, banyak kebiasaan-kebiasaan baru yang diterapkan guna mengantisipasi serangan dari virus Covid-19 ini, aktivitas dan pola kerja kebanyakan orang juga mengalami perubahan, tidak hanya pada hari-hari biasa, kebiasaan ini pun berpengaruh terhadap aktivitas ibadah sepanjang Bulan Ramadhan.

Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan kali kedua yang dijalankan di tengah pandemi. Memang banyak hal yang berbeda dari Ramdahan biasanya, tapi dengan adanya pandemi, tidak mengubah arti dan makna dari Bulan Ramadhan itu sendiri, Ramadhan tetap menjadi ajang introspeksi diri, ajang peningkatan diri, saat dimana kesempatan untuk meraup sekian banyak pahala terbuka lebar. Selain pandemi membawa beberapa kebiasaan baru selama Ramadhan, ternyata masih ada hikmah yang dapat diambil dari pandemi di Bulan Ramadhan ini. 

Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat diambil dari menjalankan Puasa Ramadhan ditengah pandemi Covid-19 ini.

1. Lebih Khusyuk Dalam Beribadah

Pandemi memaksa masyarakat untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas berkerumun ataupun aktivitas ke luar rumah yang tidak diperlukan. Penggunaan masker dan faceshield merupakan perlengkapan yang tidak dapat dielakan. Beberapa kantor menerapkan proses kerja secara remote ataupun Work From Home, hal ini digalakkan sebagai salah satu bentuk penanganan pandemi. Dengan berkurangnya aktivitas di luar rumah, waktu yang dihabiskan akan lebih banyak di rumah. 

Pengurangan waktu di luar rumah ini tentunya bisa menjadi ksempatan yang baik saat bulan Ramadhan. Waktu berjam-jam yang biasanya habis digunakan untuk perjalanan pun bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti penambahan durasi beribadah.

Dengan tidak diburu-buru untuk bekerja, sesorang bisa lebih lama dalam beribadah seperti penambahan durasi sholat sunnah, mengaji, atau berdzikir. Saat malam haripun kondisi tubuh menjadi lebih baik dari hari-hari biasa Ramadhan sebelum pandemi karena tidak perlu berlelah-lelah dalam perjalanan, sehingga dapat membantu mengoptimalkan tubuh dalam menghidupkan malam dengan shalat tarawih, mengaji, ataupun berdzikir.

2. Lebih Dekat Dengan Keluarga

Himbauan untuk mengurangi aktivitas berkerumun di luar rumah juga membawa dampak pada kedekatan anggota keluarga. Jika Ramadhan biasanya para anggota keluarga disibukkan dengan aktivitas luar rumah baik itu terkait pekerjaan, sekolah/kampus, aktivitas berkumpul, ataupun agenda berbuka puasa bersama yang sudah mengantri sejak Ramadhan hari pertama tiba.

Namun berbeda ketika Ramadhan dilaksanakan saat pandemi. Sejak pandemi, anggota keluarga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, interaksi antara setiap anggota keluarga lebih terasa dan lebih intens. Aktivitas buka puasa bersama keluarga pun menjadi lebih sering dilakukan. Obrolan-obrolan ringan menjelang berbuka lebih sering terlaksana dan menjadikan setiap anggota lebih dekat dengan yang lainnya.

3. Kesempatan Beramal Terbuka Lebar

Sebagaimana yang kita tahu, salah satu keutamaan Bulan Ramadhan adalah dilipatgandakannya setiap pahala. Kita bisa melihat orang berbondong-bondong membagikan makanan untuk berbuka dan sahur ketika Ramadhan tiba. Selain sebagai perwujudan solidaritas bagi orang yang kekurangan untuk tetap dapat menjalankan puasanya dengan layak, kegiatan berbagi ini menjadi jalan seorang penderma mendapatkan pahala di bulan Ramadhan.

Pandemi ini tidak menutup jalan orang-orang yang ingin mendapatkan pahala dari berbagi dan bersedekah. Orang-orang yang salah satu keluarganya atau bahakn seluruh keluarga terjangkit virus Covid-19 membutuhkan supply makanan dan vitamin. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk orang-orang yang ingin bersedekah dengan cara membantu memenuhi supply makanan, vitamin, dan obat-obatan tadi.

Baca juga: Keutamaan 10 malam terakhir ramadhan

Orang yang sedang melakukan isolasi mandiri juga biasanya kesulitan mendapatkan akses ke sumber bahan makanan. Hal ini menjadi kesempatan bagi seseorang untuk membantu, bisa dengan mensupply bahan makanan ataupun mensupply makanan siap santap menjelang berbuka dan sahur.

4. Lebih Hemat

Sudah menjadi aktivitas yang rutin, ketika Bulan Ramadhan tiba, beberapa jam menjelang berbuka menjadi aktivitas yang riuh. Para penjaja makanan berjejer di sepanjang jalan memenuhi hasrat orang-orang yang ingin mencari menu untuk berbuka. Orang-orang yang tidak sempat menyiapkan menu berbuka memilih membeli di luar sebagai solusi praktis sepulang beraktivitas. Mulai dari minuman segar, makanan ringan, bahkan sampai lauk-pauk tersaji dengan aneka pilihan jenis, rasa, dan harga.

Aktivitas buka bareng atau buka puasa bersama juga menjadi rutinitas yang tidak pernah absen dari rangkaian kegiatan Bulan Ramadhan, kegiatan buka bersama yang dilaksanakan mulai dari warung pinggir jalan, restoran ternama, bahkan sampai hotel menyediakan fasilitas untuk menampung orang-orang yang hendak melaksanakan hajat buka puasa bersama.

Hal ini tentu membutuhkan dana yang lumayan, karena tidak mungkin setiap buka puasa bersama, akan ada seseorang yang baik hati untuk mendanai acara tersebut. Nah dengan adanya pandemi, aktivitas seperti membeli menu bukaan atau agenda berbuka puasa di luar menjadi jauh berkurang. Orang-orang lebih banyak menyiapkan menu berbuka sendiri dan menjalankan buka puasa bersama di rumah bersama keluarga masing-masing. Selain menjadikan kita lebih hemat, berbuka bersama keluarga di rumah menjadikan kita lebih sehat dan dapat membuat hubungan keluarga semakin dekat.

5. Jasmani dan Rohani yang Lebih Sehat

Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan, aktivitas mencuci tangan, membersihkan badan, menjaga kesehatan rongga mulut menjadi sebuah kewajiban agar terhindar dari virus ini. Tidak hanya kebersihan diri, kecukupan nutrisi juga menjadi suatu keharusan dalam rangka menangkal penyebaran virus Covid-19, konsumsi rutin buah dan sayur menjadi daftar baru dalam kehidupan.

Saat Ramadhan digunakan sebagai ajang untuk membersihkan Rohani dan jasmani kita setelah 11 bulan melakukan aktivitas yang mungkin membuat kita lalai terhadap Sang Pencipta. Siang hari kita isi dengan berpuasa, dan kita hidupkan malam harinya dengan ibadah.

Pandemi membantu kita untuk senantiasa menjaga kesehatan jasmani. Aktivitas Ramadhan membantu kita untuk memperbaiki kualitas rohani. Pandemi saat Bulan Ramadhan memberikan kita 2 aktivitas yang jika konsisten dijalankan selama Bulan Ramadhan dapat membantu kita memperbaiki kulitas jasmani dan rohani kita agar siap untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya.

Itu tadi beberapa hikmah yang dirangkum oleh penulis terkait hikmah yang dapat kita ambil dengan berlangsungnya Pandemi Covid-19 di Bulan Ramadhan, semoga pandemi tidak menyurutkan niat dan semangat kita untuk memperbaiki diri sepanjang Bulan Ramadhan dan mendapatkan gelar taqwa setelah Ramadhan usai.

www,helmykediri..com
Helmy Kediri
Helmy Kediri Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendokan orang tuanya

Posting Komentar untuk "5 Hikmah Adanya Pandemi Corona Di bulan Ramadhan"

Berlangganan via Email