Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mempersiapkan Pernikahan Sederhana Dalam Islam

(Blog-Orang-IT) Siapapun orangnya, ketika menggelar pesta pernikahan atau yang di dalam Islam biasa disebut dengan Walimatul Ursy, pasti akan merasa bahagia. Tidak perlu mewah, bahkan pesta pernikahan yang sederhana pun juga sudah cukup membuat pasangan pengantin bergembira

Mempersiapkan Pernikahan Sederhana

Memang, pernikahan, terlebih di dalam syariat Islam, merupakan salah satu kebutuhan hidup dan juga anjuran Nabi yang harus dijalankan. Yuk, simak bagaimana tips mempersiapkan pernikahan sederhana dalam Islam.

Menikah Dalam Pandangan Islam

Pernikahan dalam bahasa Arab disebut An-Nikah yang mana secara bahasa sebenarnya memiliki dua makna. Pertama, An-Nikah dalam artian jimak alias hubungan seksual dan kedua, An-Nikah dalam artian akad atau kesepakatan.

Di dalam ajaran agama Islam, menikah dipandang sebagai suatu hal yang mulia dan sebagai cara manusia untuk memiliki keturunan. Akan tetapi, di dalam Islam tidak serta merta berumah tangga, melainkan ada aturan dan sunnah-sunnah yang harus dijalankan. 

Inilah yang menjadi tujuan pernikahan antara muslimin dan muslimah dimana mereka ingin membentuk sebuah keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

Nikah memang dianjurkan dan harus disegerakan bagi yang sudah waktunya, namun hukum nikah yang disyariatkan bisa berbeda-beda menurut kondisi setiap muslim. 

Adapun beberapa hukum tersebut antara lain :

1. Sunnah

Pertama, nikah hukumnya adalah Sunnah ketika seseorang sudah mampu dan sudah waktunya melangsungkan pernikahan. 

Anjuran ini disarankan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya yang diriwayatkan Imam Bukhari pada nomor 4779. 

Disebutkan, Rasulullah berkata bahwa para pemuda yang sudah mampu sebaiknya menikah agar lebih menenteramkan hidup mereka.

2. Sunnah Yang Ditinggalkan

Kedua, hukum nikah bisa berubah menjadi sunnah yang ditinggalkan jika seseorang sudah masuk waktu menikah, namun sedang dalam keadaan tidak cukup harta. 

Jika pernikahan dilaksanakan, dikhawatirkan ia tidak akan bisa menanggung biaya hidup dirinya dan keluarga yang harus dinafkahi. 

Maka dari itu, orang yang mengalami situasi ini diperbolehkan menikah dan juga diperbolehkan menunda menikah.

Namun, bukan berarti selama hidupnya mereka tidak menikah. Rasulullah menyarankan dalam sabdanya yang diriwayatkan Imam Bukhari pada nomor 4779 bahwa para pemuda yang tengah mengalami situasi ini diharapkan berpuasa untuk mencegah dirinya dari perbuatan tercela dan mencari nafkah agar bisa segera menjalankan ibadah menikah. 

Hal ini didukung Firman Allah dalam QS An-Nur Ayat 33.

3. Makruh

Hukum nikah juga bisa menjadi makruh jika seseorang menderita penyakit tertentu yang dikhawatirkan menular kepada istrinya dikala menikah. 

Ketika seseorang seperti ini menikah, maka hukum pernikahannya makruh karena bisa mencelakai istri dan ditakutkan nantinya hak dan kewajiban pernikahan tidak bisa dilaksanakan.

Apa Saja Persiapan Sebelum Nikah untuk Kaum Muslim?

Ketika seorang muslim dan muslimah hendak menikah, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan lebih dulu. Beberapa persiapan ini adalah sebagai berikut :

1. Niat

Pertama, Anda harus memiliki niat yang tulus ketika hendak menikah. Jangan berkeluarga karena didasari hawa nafsu atau alasan yang semata-mata tidak karena Allah SWT.

2. Ta’aruf

Di dalam Islam, kita tidak mengenal istilah pacaran. Kita lebih memilih untuk melaksanakan ta’aruf atau tahap perkenalan dengan dihadiri kedua belah pihak dan walinya. 

Proses ini pun memiliki adab tersendiri, yakni harus memperlihatkan wajah dan telapak tangan bagi wanita bercadar, harus mengenali keluarganya, dan juga harus mengenali lingkungannya.

3. Perbaiki Akhlak

Selanjutnya, Anda harus memperbaiki akhlak selama menuju tanggal pernikahan. Perbanyak beribadah dan mendekatkan diri pada Allah dan gali sebanyak mungkin pengetahuan Islam untuk meningkatkan iman Anda. 

Selain itu, hal ini juga bisa menjadi bekal dalam berkeluarga dan mewujudkan keharmonisan rumah tangga.

4. Konseling Pra Nikah

Jangan lupa, calon pasangan suami dan istri harus mengikuti konseling pra-nikah. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan kehidupan pernikahan yang Islami pada suami dan istri. 

Biasanya, konseling ini akan dilaksanakan oleh KUA sebelum hari ijab qabul tiba.

5. Persiapkan Visi dan Misi

Terakhir, Anda harus memutuskan visi dan misi seperti apa kehidupan rumah tangga Anda kelak. Misalnya saja, visi dan misi Anda setelah menikah satu tahun adalah sudah memiliki rumah sendiri. 


Hal ini perlu disusun sedemikian rupa agar antara suami dan istri kelak tidak terjadi perbedaan tujuan rumah tangga.

Tips Mempersiapkan Pesta Pernikahan Sederhana ala Islam

Persiapan-persiapan sebelum pernikahan sudah dibahas, maka sekarang saatnya membahas tips mempersiapkan pesta pernikahan yang sederhana dan Islami. 

Adapun beberapa tipsnya antara lain :

1. Gelar Ijab Kabul dan Persiapkan Mahar

Pertama, Anda bisa menggelar prosesi ijab qabul dengan dihadiri keluarga, kerabat, dan juga beberapa teman dekat. 

Tidak lupa, persiapkan mahar yang sesuai dengan apa yang Anda dan pasangan sudah sepakati. Mahar nantinya diberikan dari mempelai pria kepada mempelai wanita. 

Di dalam Islam sendiri, sebagaimana yang dijelasakan Rasulullah dalam HR Al-Hakim dan Ibnu Majah, disarankan sebaik-baiknya mahar adalah yang paling ringan.

2. Atur Komunikasi yang Baik dengan Keluarga

Ketika Anda memutuskan untuk menggelar pesta pernikahan, maka sebaiknya komunikasikan hal ini dengan pihak kedua keluarga. 

Lantaran Anda ingin menggelar pesta yang sederhana, maka sebaiknya Anda meminta keluarga untuk menyetor daftar tamu yang hanya dikenal baik saja. Pilih juga teman-teman yang hanya ada dalam lingkup pergaulan baik Anda.

3. Buat Anggaran Pernikahan yang Rinci dan Jelas

Pernikahan yang digelar sederhana bukan berarti tidak bisa dikenang dengan indah. 

Sebaliknya, tugas Anda adalah menjadikan pesta sederhana ini menjadi sebuah pesta yang mampu dikenang dan bahkan menjadi referensi beberapa teman Anda nantinya. 

Untuk itu, siapkan anggaran yang sudah disepakati dan rinci macam-macam pengeluaran Anda dengan jelas dan detail.

Biasanya, pernikahan membutuhkan biaya cetak undangan, sewa baju, sewa tempat, hingga jasa catering. 

Agar pernikahan Anda sederhana dan berkesan, Anda bisa memberi anggaran pada masing-masing porsinya. 

Pokoknya, jadikan pesta Anda ini menjadi sebuah pesta indah yang tidak bisa dilupakan dengan mudah.

4. Hemat Anggaran di Beberapa Bagian

Ada cara untuk menghemat anggaran di banyak bagian agar pesta pernikahan Anda terwujud tanpa menguras budget. 

Misalnya saja, alih-alih menggelar pesta di hotel, Anda bisa menggelar pesta di rumah. Batasi undangan sekitar 200 – 300 orang saja. 

Kemudian, hidangkan jamuan makanan dengan memasak sendiri dibantu para kerabat Anda. Beri menu yang enak, merakyat, namun harga menunya tidak terkesan murah. Sebut saja soto, capcay, semur ayam, hingga bakso.

5. Minimalisir Tradisi Pernikahan, Resepsi Tidak Boleh Campur Baur

Terakhir, jika Anda ingin menggelar pesta pernikahan ala Islami, maka sebaiknya Anda menghilangkan beberapa tradisi atau upacara adat yang biasanya digelar dalam pernikahan. 

Hal ini karena sebenarnya beberapa tradisi dinilai dalam Islam sebagai sesuatu yang “tidak ada”. Tradisi ini hanya ada di Indonesia dan jika Anda ingin pernikahan yang benar-benar Islami, maka tidak ada salahnya jika Anda tidak mencampurkan antara tradisi dan pesta pernikahan.


Demikian artikel mengenai tips mempersiapkan pernikahan sederhana dalam Islam. Semoga ulasannya bermanfaat.

Helmy Kediri
Helmy Kediri Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendokan orang tuanya

Posting Komentar untuk "Mempersiapkan Pernikahan Sederhana Dalam Islam"