Skip to main content

20 Kelebihan serta kekurangan Blog dan Youtube

Selamat Datang di Blog Orang IT. Perkembangan teknologi merubah gaya hidup manusia menjadi semakin modern. Awalnya, layanan sosial media yang dianggap sebagai fasilitas untuk menghubungkan kerabat dari jarak jauh dan sarana berkomunikasi, kini telah bertransformasi menjadi ladang bisnis online yang menguntungkan

Layanan media sosial dimanfaatkan untuk menghasilkan uang, seperti halnya facebook yang memberi fasilitas beriklan FacebookAds , monetisasi halaman facebook sebagai creator , jasa following sosial media , berjualan online melalui group dan sebagainya

Tidak hanya terbatas pada layanan sosial media saja, penghasilan online juga bisa kita peroleh dari Platform Blog (Blogger) dan Platform berbagi video gratis (Youtube) dengan cepat dan mudah

Lihatlah blog www.helmykediri.com yang saat ini menjadi salah satu ladang penghasilan online saya. Blog ini di monetisasi dengan jaringan periklanan Google Adsense dimana saya mendapat bayaran untuk setiap klik iklan dan seribu tayangan iklan

Banyak juga teman-teman saya yang terjun ke dunia youtuber dan sukses meraih penghasilan dari iklan google adsense, content placement, review dan sebagainya

Akhir-akhir ini muncul perdebatan di komunitas freelance bahwa penghasilan youtuber lebih banyak ketimbang blogger. Orang-orang lebih suka membuat konten video dibandingkan menulis artikel teks yang panjang. Apalagi konten video lebih diminati daripada konten teks karena lebih interaktif dan menarik

Kelebihan serta kekurangan Blog

Jika ada mastah youtuber seperti Atta Halilintar yang bergaji milyaran setiap bulan, pastinya juga ada mastah blogger seperti penganut sekte karungan, sesuai namanya gaji bulanan mereka bisa berkarung-karung

Jadi, mana yang harus dipilih antara menjadi blogger atau youtuber mengingat kedua platform ini bisa sama-sama menghasilkan uang?

Menjadi blogger atau youtuber pada dasarnya tergantung dari pashion kita masing-masing , apakah kita lebih nyaman menulis artikel panjang atau lebih suka menekuni dunia grafis yang berkaitan dengan editing video
Orang yang tidak betah menulis artikel teks panjang kalau dipaksa jadi blogger pasti mengalami permasalahan dengan konten, mereka menghabiskan waktu lama dan mungkin menunda untuk menyelesaikan 1 artikel karena dianggap menyita waktu berharga atau kesibukan lain didunia nyata

Orang yang punya hobi menulis kalau dipaksa jadi youtuber juga tidak akan merasa nyaman, mereka harus berakting didepan kamera, menyiapkan narasi dialog, mengatur konsep, menyiapkan kamera dan sebagainya terlihat ribet di mata blogger

Segala sesuatu asalkan disesuaikan dengan hobi pasti kedepannya memiliki prospek untuk berkembang menjadi besar. Kita melihat beberapa blog besar seperti jalantikus, berakal , helmykediri, winpoin sering muncul dihasil pencarian google karena targetnya memang pengguna mesin pencari sementara  youtuber juga punya targetnya sendiri yaitu pengguna situs youtube

Pada postingan kali ini Blog Orang IT akan membahas 20 kelebihan dan kekurangan masing-masing platform blog dan youtube

Kekurangan dan kelebihan platform blog

Mengingat karir saya sebagai blogger sudah cukup lama, sejak tahun 2017 akhir sampai sekarang tahun 2019 dan hal itu tidak bisa disebut sebagai blogger baru lagi, ibarat kata pepatah sudah banyak makan garam hehe

Kelebihan Platform Blog

1. Pembuatan konten lebih mudah dan variatif

Menulis artikel diblog pribadi tidak membutuhkan skill editing video menggunakan Software Adobe Premier , karena artikel teks tidak dilihat dari seberapa indah mereka namun sebagaimana informatif isinya. 

Anda hanya menuliskan artikel mengenai hal-hal apa saja yang anda ketahui didunia ini kedalam bentuk narasi artikel teks yang panjang

Setiap blog memiliki niche seperti tekno , game , agama, berita dan sebagainya. Anda hanya perlu menulis artikel yang sesuai dengan pashion anda

Proses pembuatan artikel blog membutuhkan keterampilan mengetik cepat , penyusunan kerangka artikel, penguasaan materi dan waktu luang yang cukup. Ini memakan waktu sekitar 2-3 jam untuk menyelesaikan 1 artikel

Kalau anda membutuhkan waktu 2-3 jam untuk menyelesaikan 1 artikel maka dalam 1 hari 24 jam kira-kira anda bisa menyelesaikan 10-12 artikel hehe

Dalam penulisan artikel anda juga bisa menyisipkan konten pendukung agar terlihat interaktif seperti gambar, animasi GIF , video , infografis dan sebagainya. Semua itu perlu dilakukan semata-mata agar pembaca tidak merasa jenuh

2. Pembagian hasil lebih tinggi

Jika anda menggunakan layanan blogger maka persentase profit sharing yang dibagi lebih tinggi , ini berlaku untuk pengguna iklan adsense host yang dikaitakan dengan blogger (masih subdomain blogspot) tapi kalau sudah domain TLD beda lagi

Persentase profit sharing antara publisher dan google sekitar 68/32 dimana publisher mendapat 68% dari total pendapatan sementara penyedia iklan google mendapat 32% 

Bagi hasil adsense

Kalau anda memasang iklan dari pihak ketiga seperti Mgid, Ylix , Adnow maka komisinya 80% milik anda tetapi dengan rate yang sangat kecil khususnya untuk pengunjung dari negara indonesia, itulah sebabnya mengapa para blogger lebih banyak memasang iklan dari Google Adsense

3. Lebih murah

Bagi pengguna platform blogger yang memakai subdomain maka biaya yang mereka keluarkan setiap tahunnya adalah Rp.0,- alias gratis , contoh blog gratisan yang menghasilkan uang >> strukturkode.blogspot.com

Bagi pengguna platform blogger yang custom domain TLD biaya yang mereka keluarkan tergantung biaya perpanjang domain misal untuk helmykediri.com sekitar Rp.130.000/tahun, kalau ingin lebih murah bisa pakai ekstensi domain lain

Sementara bagi pengguna blog self hosted harus membayar biaya berlangganan hosting dan domain, tergantung spesifikasi hosting tetapi umumnya sekitar Rp.300.000/tahun atau maksimal 1 juta/tahun sudah include sekalian domain . 

Kalau hostingkan semakin banyak visitor maka spesifikasinya harus di upgrade 😥

4. Persaingan mulai turun

Blogger lebih dulu dikenal masyarakat ketimbang youtuber, blogger di akuisisi dari pyralabs dan digratiskan kepada publik sekitar tahun 2003 akhir

Sementara youtube diluncurkan pertamakali tahun 2005 hingga tahun 2010 masih belum populer, seingat saya dulu akhir kuliah tahun 2016 meski sudah ada fitur monetisasi tetap saja peminatnya sedikit

Barulah sekitar tahun 2017 dikala google meluncurkan kebijakan syarat monetisasi yaitu Jumlah Subscriber minimal 1000 dan 4000 jam tayang jumlah youtuber mengalami pertumbuhan yang pesat hingga sekarang

Kalau sekarangkan kita bisa hitung jumlah teman-teman dalam dunia nyata yang mempunyai channel youtube monetisasi cukup banyak sementara yang mempunyai blog sedikit sekali

Orang-orang sudah muak dengan blog dan beralih ke youtube , berarti pesaing kita berkurangkan? ya bisa dibilang begitu, tetapi beberapa web besar mulai melebarkan sayapnya seperti situs jual beli tokopedia, bukalapak , elevania sekarang punya kanal blog yang membahas berbagai niche

Sisi positifnya masih banyak peluang keyword low competition yang bisa kita gali dan manfaatkan untuk mendulang trafik dalam jumlah besar

5. Banyaknya tools yang membantu mengelola banyak blog

Diblogger ada banyak sekali tools-tools yang bisa membantu anda mengelola blog seperti ngopi, postgenerator pro, article genie dan sebagainya

Tools AGC dari Pakarbot , DugAGC atau Suriken pokoknya ada banyaklah jenisnya.

Ada juga tools untuk membantu optimasi SEO seperti GSA , Scrapebox , SEO SpyGlass , Ahrefs dan sebagainya

Selain mendukung penyediaan konten blog, tools ini juga mendukung optimasi SEO baik secara offpages maupun onpages.. cukup kerenkan? apalagi hadirnya plugin yang akan mengotomatisasi proses SEO blog anda


Kekurangan Platform Blog

1. Sulitnya mencari visitor

Jumlah visitor yang banyak berbanding lurus dengan besarnya penghasilan yang kita peroleh. Entah mengapa blogger lebih sulit mendapatkan audiens ketimbang youtube. Ini karena halaman pertama hanya di isi oleh 10 konten terbaik dan kebanyakan yang bertengger disana adalah web-web populer

Apalagi seperti yang kita tau bahwa google seringkali melakukan pembaharuan algoritma yang membuat trafik blog kita terjun bebas, beberapa blog saya yang dibangun susah payah dimana setiap minggunya jumlah visitor merangkak naik sedikit demi sedikit begitu kena update core langsung visitornya turun 50% 

Alternatifnya para blogger harus berusaha mencari visitor dari tempat lain seperti sosial media, youtube , beriklan dan sebagainya

Kompetitor yang muncul baru-baru ini juga tidak bisa dianggap remeh, dari segi konten mereka bukan amatiran apalagi setelah menjamurnya tools autoblog dimana setiap blogger bisa mengelola sampai 100 blog dengan mudah

Kalau dalam blogger, yang dibidik bukan kata kunci populer karena jelas blog kita akan kalah dengan blog besar.. sebaliknya ketika kita berhasil menemukan keyword yang potensial maka disitulah kompetitor anda berusaha mencuri peluang keterlihatan dari blog anda dengan cara membuat konten yang lebih baik

Karena ilmu blogging berkembang lebih dulu daripada youtuber, maka blog-blog kecil di mesin pencari hanya menjadi santapan bagi blog-blog besar

2. Banyak permasalahan teknis

Bekerja dengan platform blog maka anda harus siap dengan berbagai kendala teknis yang muncul akibat kesalahan perayapan, error server, error template dan sebagainya. Untuk menyelesaikan semua masalah tersebut dibutuhkan skill teknis yang mencukupi

Masalah teknis blogger

Sementara kalau di youtube kita cuma fokus pada pembuatan konten video, tidak mungkin juga channel anda error /down karena kebanyakan penonton 😚

Sama seperti youtube, konten blog juga rawan terkena hak cipta dimana pelanggaran berulang menyebabkan blog tersebut dihapus oleh penyedia layanan. 

Enaknya kalau menggunakan platform blog kesannya lebih interaktif, tampilan antara satu blog dengan yang lain pasti berbeda tergantung theme yang mereka pakai. Beberapa fitur tambahan seperti live chat, guestbook, popup notif bisa ditambahkan tetapi kalau terjadi error teknis maka diperlukan pengetahuan lebih untuk mengatasinya

Artinya orang awam pasti kesulitan terutama bagi mereka yang alergi dengan script/coding..

3. Perlu kerja keras agar diapprove adsense

Youtube memiliki syarat minimal 1000 subscriber dan 4000 jam tayang agar bisa di monetisasi dengan jaringan periklanan Google Adsense.

Blog tidak ada patokan resmi berapa jumlah minimal visitor harian tetapi blog memiliki lebih banyak aturan yang mengikat. Terutama masalah hakcipta apalagi klaim hakcipta di blog ini sangat mudah dimanipulasi

Ingat kasus beberapa bulan lalu dimana banyak blog yang membahas seputar tema bajakan disapu bersih oleh google? padahal yang report bukan pembuat temanya tetapi orang lain, ini menandakan bahwa klaim hak cipta diblogger ini lebih agresif ketimbang video youtube

Pelanggaran hakcipta berulang bisa menyebabkan akun adsense dibanned secara permanen. Blog yang sudah dibanned adsense sekali akan ditandai sebagai daftar hitam (blacklist). Sampai kapanpun blog tersebut tidak akan bisa menayangkan iklan adsense

Ketika anda mendaftarkan blog pertamakali ke adsense , jenis penolakannya juga beragam dan membingungkan

Contoh: ditolak karena tidak ada konten padahal jumlah artikel diblog anda ada ratusan, ditolak karena masalah inventaris berharga dan anda tidak tau apa yang harus dilakukan .. bertanya digroup pun percuma karena kebijakan blogger ini bias/gak jelas

4. Persaingan yang tidak sehat

Dalam dunia blogger, tingkat persaingannya cukup tinggi maka tak heran apabila kompetitor menyerang blog anda dengan metode Negative SEO.

Apalagi dalam perlombaan blog maka teknik negative SEO ini sering dipakai untuk memaksa artikel pesaing turun dari peringkatnya digoogle. Kompetitor membanjiri blog kita dengan spam, merusak profile backlink dan Ddos sampe blog kita down (selfhosted) 

Belum lagi fake klaim DMCA yang sangat merugikan. Semua artikel diblog kita dicopas dan diterbitkan oleh blog kemarin sore lalu blog tersebut membuat laporan palsu ke Google DMCA bahwa artikelnya telah disalin oleh blog kita alhasil fake klaim tersebut membuat blog kita dihapus google, deindex hingga banned adsense

Ada juga upaya membomclick iklan adsense sampai dibanned. Biar bagaimanapun publisher bertanggung jawab atas penghasilan mereka jadi bomclick yang dilakukan secara terus menerus bisa mengancam keberadaan akun adsense diblog yang kita miliki

Intinya persaingan dalam dunia blogger itu tidak sehat, kelam dan tidak ramah. Coba posting blog anda ke group Blogger Indonesia dan tunggu serangan autovisitor dari member group yang usil


5. Sulit mencari sponsor

Membangun blog hingga populer itu sulit dilakukan, kalau dibandingkan youtube maka para blogger lebih sulit mendapatkan sponsor karena trend pemasaran sekarang sudah beralih ke video

Teringat awal-awal ngeblog dulu sekitar tahun 2014 meskipun blog saya masih ecek-ecek, visitor cuma 1000/day tapi mendapat banyak tawaran undangan untuk berkumpul dengan blogger setempat, tawaran itu datang dari rumah makan lombok ijo kediri, hotel kediri , industri kerupuk dan masih banyak UKM lokal yang mengundang kami untuk mengulas bisnis mereka diblog

Kalau sekarang? meski visitor saya puluhan ribu dan peringkat alexa cukup bagus sangat sulit menemukan sponsor yang mau memberi saya job ataupun kalau ada efeknya tidak dahsyat seperti dulu lagi

Misal promosi bisnis undangan, daripada dipromosikan lewat blog bukankah lebih potensial kalau dibuat video lalu di iklankan?

Kelebihan Platform Youtube

1. Mudah mendapatkan penonton

Bagi pengguna blogger, mendapatkan 100 pembaca pertama dari artikel blog merupakan tonggak sejarah yang membahagiakan, tetapi lain halnya dengan youtuber dimana 100-500 viewer bahkan bukan apa-apa.

Orang-orang lebih suka menonton objek bergerak dibandingkan membaca artikel teks panjang yang membosankan. 

Di Youtube lebih mudah menemukan viewer dan subscriber , karena para subscriber dimasa depan akan di suguhi konten-konten terbaru dari channel video youtube anda. Sekarang coba pasang widget "Pengikut" diblog dan bandingkan dengan "Subscriber" di youtube maka hasilnya lebih mudah mengumpulkan subscriber di youtubekan?

Apalagi kalau video unggahan anda berhasil menduduki trending topik dalam kurun waktu tertentu pasti viewernya langsung meledak menjadi jutaan. 

Anggapan blogger pemula yang capek mencari visitor untuk datang dan membaca artikel diblognya, kemudian beralih ke youtube merasakan nuansa yang membahagiakan karena untuk mendapatkan 200-500 viewer tidak sesulit mempromosikan artikel blog

2. Optimasi yang mudah

Banyak pemain blogger yang berbondong-bondong pindah ke youtube karena optimasinya lebih mudah. Mereka hanya perlu mengupload video dengan judul yang tepat, deksripsi menarik sudah bisa mendatangkan viewer dalam waktu singkat

Coba kita lihat bagaimana sulitnya blogger pemula bergelut dengan SEO, sudah berhari-hari artikel mereka tidak terindeks google, dikerjai google dengan indeks deindeks, dipermainkan dengan algoritma google , tersaingi oleh blog kompetitor dan anjloknya trafik akibat optimasi yang tidak sesuai

Kita tau dalam SEO blog praktek seperti membangun backlink, paidlink, content placement saja dianggap sebagai blackhat yang berbahaya. Berbeda dengan youtube dimana target pemasaran mereka luas tidak terbatas hanya pada youtube , tetapi muncul di berbagai mesin pencari termasuk google serta situs agregator lainnya

Mana mungkin artikel blog anda muncul di youtube kalau tidak pernah anda upload sebagai konten video secara manual 😳

3. Mudah di Approve adsense

Channel youtube yang sudah memenuhi syarat monetisasi adsense berupa 1000 subscriber dan 4000 jam tayang bisa langsung di monetisasi dengan jaringan periklanan google adsense asalkan konten youtube di channel tersebut bersih dari unsur hakcipta/DMCA

Proses approved adsense di youtube lebih mudah dan lebih cepat. Selain adsense, youtube juga bisa dimonetisasi dengan konten review, endorse , unboxing dan sebagainya

Karena mudahnya mengumpulkan viewer di youtube maka tak heran kalau mengurusi channel youtube bisa lebih cepat populer ketimbang membangun blog dari 0

4. Penyimpanan dan bandwidth unlimited 

Blog yang dibangun pada hosting memiliki batasan penyimpanan (disk) dan jumlah visitor yang bisa ditangani dalam satu waktu (bandwidh), berbeda halnya dengan youtube yang bisa menyimpan ribuan video berukuran ratusan terabyte secara gratis dan kuat menampung lonjakan viewer dalam satu waktu

Kalau blog yang dihost pihak ketiga? kena lonjakan 3-5kali lipat dari visitor normal saja sudah down apalagi kalau masalah urusan backup konten pasti ribet. Ukuran database , html dan sebagainya bisa mencapai ratusan GB dan itu kita bingung mau menyimpannya dimana

Didownload juga menghabiskan kuota , disimpan ke layanan cloud juga limit 15GB, disimpan ke google suite juga ada biaya berlangganan, serba susahkan?

5. Mudah membangun popularitas

Mencari viewer di youtube itu mudah asalkan kita tekun dan mengupload video setiap hari, coba bayangkan untuk blogger yang bisa menerbitkan 3 artikel setiap hari selama 1 tahun.. hasilnya? jumlah artikel lebih banyak ketimbang jumlah viewer adalah pemandangan biasa (ngenes 😂)

Kalau pengalaman saya pribadi membangun channel video youtube ga pake niat cuma asal upload video burung lagi manggung, bebek lagi kawin, ayam sakaratul maut saja viewernya sudah puluhan ribu tanpa optimasi apapun

Sebenarnya saya mau menekuni youtube tetapi masih bingung menentukan niche, semoga saja kedepannya baik blog maupun youtube bisa jalan beriringan

Kekurangan Platform Youtube

1. Rumit dan mahalnya pembuatan konten

Membuat video youtube yang bagus diperlukan alat-alat yang mumpuni seperti kamera , sketsa , software editing video dan skill yang cukup

Para youtuber menyelesaikan 1 konten video mereka selama berhari-hari, sementara blogger bisa menyelesaikan 1 artikel dalam 2 jam. 

Selama proses pembuatan video youtube dibutuhkan kerja keras, susunan narasi, subtitle (kalau perlu) , koordinasi tim yang baik, itupun kalau channel anda sudah memiliki studionya sendiri

Membeli konten videopun mahal sekali harganya, kalau 1 artikel blog 1000 kata dihargai 20-40ribuan maka 1 konten video youtube bisa dihargai 200-400ribuan mengingat sulitnya menyelesaikan 1 buah konten yang layak untuk dipublikasikan secara publik

2. Tidak semua konten video muncul iklan

Berbeda dengan blog yang hampir bisa dipastikan semua artikel muncul iklan sementara di youtube justru sebagian besar konten video tidak muncul iklan meskipun viewernya ribuan hanya karena masalah sepele

Misal tersandung copyright backsound 5-10 detik, diklaim orang lain atau permasalahan sepele lainnya

Kalau anda melihat channel youtube teman anda coba amati beberapa video terkadang tidak muncul iklan dan tentunya video youtube lebih mudah kena strike ketika penonton melaporkan video tersebut karena alasan yang jelas

Itulah kelemahan fitur report yang ada di youtube, bisa disalahgunakan oleh siapa saja dan jadi lebih berbahaya kalau youtubernya sendiri tidak mengerti sama sekali mengenai kebijakan konten yang dilarang oleh youtube

3. Persentase bagi hasil lebih sedikit

Karena platform yang kita pakai milik google, penyimpanan unlimited video kita numpang, channel youtube numpang maka tak heran kalau adsense host partner menerapkan profit bagi hasil yang lebih sedikit dengan penayang atau 55% sementara sisanya untuk keuntungan google selaku pemilik youtube.

Berbeda dengan blog, hosting-domain kita beli sendiri maka tak heran apabila profitnya 68% sementara di youtube segalanya kita numpang dan harus bayar kalau channelnya sudah mulai menghasilkan

4. Harus tahan hujatan

Karena google menyediakan fasilitas like & dislike serta komentar maka tak heran kalau ada saja orang yang tidak menyukai video anda kemudian meninggalkan komentar negatif

Bahkan youtuber sekelas atta halilintar pun tidak bisa lepas dari hujatan viewer apalagi kalau diawal memposting video youtube anda masih belajaran dan terdapat banyak kesalahan disana-sini betapa sarkasme komentar penonton channel video anda 😱

Begitulah tipikal netizen indonesia, sangat sulit untuk menghargai sebuah usaha seseorang tetapi kalau dalam urusan menghujat paling fasih

5. Lebih baik menyiapkan team

Jika video anda selalu berada di luar ruangan atau outdoor alangkah lebih baik kalau membuat team agar semuanya bisa berjalan lancar tanpa gangguan apapun

Kalau anda menjadi creator video seorang diri itu pasti terasa berat, segala sesuatu mulai dari skenario video, narasi , pengambilan video , editing, promosi semuanya harus anda lakukan sendiri

Lihatlah kebanyakan mastah-mastah youtuber mereka memiliki team yang solid dan studio mereka sendiri untuk pembuatan video. 

Mengelola channel youtube secara personal lebih sulit dilakukan ketimbang mengelola beberapa blog sendirian

Demikian artikel mengenai kelebihan dan kekurangan ngeblog dan youtuber. Postingan ini hanya sekedar intermezzo saja dari saya dikala gabut semoga bermanfaat. Saya tidak mengatakan bahwa blogger lebih baik ketimbang youtuber atau sebaliknya karena semua itu ditentukan dari keberhasilan anda masing-masing

....helmykediri.com
Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal.

Jangan lupa untuk mengulas blog ini lewat google my business Berikan ulasan

Diperbolehkan menyalin artikel diblog ini dengan syarat mencantumkan sumber (gak pake sumber gak berkah). Blog anda tidak akan dihapus , deindex , adsense tidak akan menerima keluhan hak cipta dari saya dsb

Buka Komentar
Tutup Komentar