Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu dropshipper, penjelasan, contoh dan cara kerjanya

Selamat datang di Blog Orang IT. Banyak fenomena bermunculan orang-orang yang sukses dalam kehidupannya meskipun tingkat pendidikan mereka rendah. Dijaman modern seperti sekarang ini untuk sukses tidak lagi di ukur dari tingginya tingkat pendidikan. Banyak pekerjaan sampingan yang hanya mengandalkan jaringan internet untuk menghasilkan jutaan hingga milyaran rupiah setiap bulan

Itu bermacam-macam mulai dari blogger, youtuber, trading forex , saham , jual beli online,  dropshipper  dan lain sebagainya. Orang yang kini sudah sukses pasti dulunya juga merangkak dari bawah.

Tidak mungkinkan seorang penjual ketika posting produk pertamakali yang order langsung ribuan? semua pasti ada masa-masa trial dan errornya sendiri

Mungkin ada dari kalian yang ingin terjun di dunia bisnis? itu mungkin membutuhkan banyak pengetahuan dan mungkin anda harus rela berkorban uang-tenaga-waktu. Seperti halnya bisnis dropshipper. Bisnis yang banyak membuat orang kaya dadakan, serta membantu menghabiskan stok produk di gudang dengan cepat


Dropship bukanlah money game dimana anda menabung uang digital dengan iming-iming untung sekian persen setiap bulan, juga bukan permainan judi  

Dropshipper itu sistem dalam berjualan online. Untuk lebih jelasnya maka pada artikel kali ini akan kami bahas secara tuntas mengenai pengertian dropship, penjelasan, contoh dropship dan cara kerjanya

Apa itu dropshipper ?

Sebagian orang yang sudah pernah terjun ke dunia marketing pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Dropshipper, akan tetapi lain halnya bagi kalian yang masih baru terjun di dunia marketing dan gaptek pasti kebingungan, apa sih sebenarnya dropshipper itu ?

Apa itu dropshipper ?

Dropshipper sendiri adalah suatu agen atau yang biasa dikenal dengan penjual/seller yang dimana penjual tersebut menjual kembali produk-produk yang berasal dari supplier atau yang biasa disebut distributor secara langsung. 

Akan tetapi pada dropshipper ini.. si penjual tidak memiliki produknya. Jadi, Dropshipper itu hanya menjual informasi dari suatu produk di supplier dan apabila ada pembeli maka secara otomatis penjual mendapat keuntungan sekian persen dari total harga barang yang terjual

Alur atau Skema Dropshipper


Skema Dropshipper

Misalnya kita bikin perumpamaan A = Penjual, B = Supplier.

Penjual A membuat akun dan Toko Online di situs ecommerce misalnya saja Bukalapak, Tokopedia,  Shopee, BliBli , Lazada atau yang lainnya. Lalu si Penjual A ini membuat sebuah postingan produk lengkap dengan informasi mengenai rincian produk tersebut seperti thumbnail gambar, deskripsi produk, harga produk dsb kemudian mempostingnya

Apabila produk yang di post tersebut laku dan ada yang membelinya, maka yang akan mengirim produk yang laku tersebut yaitu si B atau si Supplier atau Distributornya, dan bukan si A atau penjual nya.

Kronologisnya begini :

Ada situs supplier yang  memiliki banyak produk (apapun itu baik alat kesehatan, makanan instant, produk elektronik sb) misal cakning.com, lalu anda mendaftarkan diri sebagai dropship dengan mambayar biaya pendaftaran dan melakukan top up saldo 5 juta

Kemudian anda tertarik untuk memasarkan produk teh herbal daduzi -pengecil perut buncit, anda bebas mengambil thumbnail gambar produk, deskripsi dan sebagainya dari katalog supplier kemudian menjualnya dengan harga suka-suka

Barang di supplier pasti harganya lebih murah, misal satu pack daduzi isi 12 bungkus harga disupplier 120 ribu dan anda memasarkannya kembali dengan harga 170 ribu

Jika ada yang tertarik untuk membeli produk itu, anda tinggal mengorderkan ke supplier (dipotong saldo top up ) untuk dikirimkan ke alamat rumah pembeli atas nama pengirim anda

Keuntungan Menjadi Dropshipper


Keuntungan Seorang Dropshipper

Setelah kita membaca penjelasan tentang aktivitas dropshipper di atas tadi, pasti ada sedikit gambaran di kepala anda mengenai cara kerja dropship 

Menjadi dropshipper memiliki banyak keuntungan lho, adapun apa saja keuntungan dari dropshipper diantaranya sebagai berikut:
a. Berjualan dengan sistem dropshipper tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk membuka toko online atau di pusingkan dengan cara mengirim barang ke rumah pembeli, mereka cukup memasarkan produk-produk dari supplier yang sudah ada, penjual memanfaatkan situs media sosial, situs toko online, beriklan dan sebagainya untuk memasarkan produk

b. Berjualan dengan sistem dropshipper tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli produk atau menyetok produk terlebih dahulu karena supplier sudah memiliki ratusan atau mungkin ribuan produk siap dipasarkan

c. Berjualan dengan sistem dropshipper tidak perlu ikut campur dalam melakukan proses pengiriman barang kepada pihak pembeli, karena proses pengiriman akan di kelola oleh supplier. Pelaku dropshipper akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan harga yang ia jual, misalnya harga dari supplier 100.000 dan si penjual menjual produk tersebut seharga 150.000 maka melalui dropshipper ini ia mendapatkan keuntungan sebesar 50.000 dari selisih harga awal tadi.

Resiko Menjadi Dropshipper


a. Berjualan dengan sistem dropshipper selain ada untung juga ada ruginya. Seperti halnya ketika ada pembeli yang bertanya mengenai status barang pesanannya akan tiba berapa hari atau cek status lokasi barang sudah sampai mana pasti penjual akan ke repotan. Penjual juga tidak bisa mengetahui kondisi produk yang sesungguhnya karena yang mereka pasarkan selama ini hanyalah foto thumbnail dari kataog

Tetapi anda tidak perlu khawatir karena beberapa situs supplier telah melengkapi dirinya dengan fitur status shipping untuk mengetahui lokasi barang saat ini sudah sampai dimana dan mereka cukup terbuka dalam menjawab setiap pertanyaan pelanggannya

b. Apabila barang mengalami kerusakan atau keterlambatan pengiriman maka yang akan mendapatkan komplain dan makian dari pembeli pertamakali adalah penjual. Jika hal tersebut sering terjadi maka reputasi penjual akan turun , kehilangan kepercayaan dari pelanggan dan karena bekerja sama dengan supplier abal-abal dan barang tidak kunjung terkirim bisa jadi pembeli melaporkan rekening penjual ke layanan online seperti cekrekening.id , polres.go.id yang menyebabkan rekening penjual masuk kedalam daftar rekening hitam atau di tangguhkan 
Jika kalian ingin menjadi dropshipper saran saya sebaiknya pilihlah supplier yang kalian percaya, supaya di kemudian hari kalian tidak akan dirugikan oleh supplier atau distributor.

Sekarang ini sudah ada UU ITE, bahkan kegiatan jual beli online sudah mulai dikenai pajak yang cukup besar maka tidak heran kalau kedepannya , pembeli yang merasa tertipu saat membeli online bisa melaporkan penjual ke pihak kepolisian hanya bermodalkan nomor rekening

Apa Manfaat Menjalankan  Dropshipping ?

Sebenarnya ada banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari bisnis dropship ini. Berikut akan saya jelaskan satu persatu mengenai manfaat menjadi dropship yang jarang diketahui

1. Modal Kecil

Sebagai pelaku dropshipper, anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menjalankan bisnis jual beli online ini. Karena anda tidak perlu membeli produk yang banyak untuk kita setok di rumah kemudian mempackingnya secara manual lalu mengantarnya ke kantor jasa pengiriman barang. 

Akan tetapi kita hanya perlu membeli produk tersebut apabila ada pesanan pembeli. Itupun ketika terjadi pembelian, kalian cukup meneruskan orderan ke supplier dengan mengisi alamat rumah pembeli dan selesai ( barang dikirim atas nama anda)

2. Mudah Dijalankan

Bisnis ini cukup mudah untuk dijalankan terutama bagi anak sekolahan, mahasiswa hingga ibu rumah tangga, bagaimana tidak.. anda bisa menjalankan bisnis ini sendirian tanpa memerlukan karyawan yang banyak untuk pengelola barang, mengirim barang, melayani chat pembeli DLL. 

Yang perlu anda pelajari adalah skill marketing bagaimana cara membuat kalimat promosi dengan teknik copywriting , belajar ngiklan, promosi, menawarkan produk ke sanak saudara

3. Waktu dan Lokasi Berjualan Fleksibel

Tidak seperti toko atau supermarket yang memiliki keberadaan fisik, waktu penjualan mereka dibatasi oleh waktu dan pembeli harus melakukan pemesanan pada jam kerja supaya mendapatkan pelayanan yang cepat. 

Pada bisnis dropship online ini, kalian bisa berjualan dan menangani pelanggan tanpa dibatasi oleh waktu dan lokasi tertentu karena semuanya dijalankan serba online melalui perangkat handphone atau laptop. 

Yang anda butuhkan adalah koneksi internet dan saya yakin itu tidak memerlukan biaya berlangganan yang mahal. Bahkan sebelum menjalankan dropship anda sudah terbiasa online 24 jam bukan?

4. Pilihan Produk yang Akan Dijual Sangat Variatif

Karena pelaku dropshipper tidak perlu pusing memikirkan barang apa yang sedang laku dipasaran kemudian membelinya dalam jumlah banyak sebagai stok dirumah, ternyata saat dipasarkan secara online barangnya kurang diminati. 

Situs distributor atau supplier memiliki ribuan katalog jenis produk dengan stok yang melimpah, penjual hanya perlu meneruskan pembelian tersebut kepada supplier untuk diproses pengirimannya hingga sampai ke tangan pembeli. Dan produk-produknya pun bisa kalian pilih yang statusnya masih "tersedia" di supplier

Tips Menjadi Dropshipper yang baik dan terpercaya

Banyak orang ingin mencoba jual beli online dengan sistem dropship, karena bisnis ini terlihat sangat menjanjikan dan mudah untuk dijalani dengan modal yang minim. Namun ada baiknya anda memperhatikan beberapa tips berikut agar bisnis dropship kalian sukses.

Langkah Pertama : Memilih Supplier yang Tepat

Jika anda ingin menggeluti bisnis dropshipper, langkah awal yang harus anda lakukan adalah mencari supplier yang bisa dipercaya dan bereputasi baik. 

Lebik bagus lagi kalau gudang suppliernya ada disekitar tempat tinggal anda atau pemiliknya adalah teman sendiri, yang penting bisa anda percaya. Karena menjalankan bisnis ini kuncinya terletak pada supplier, jika supplier amanah maka konsumen pun akan puas

Berikut beberapa pertanyaan yang bisa anda jadikan referensi untuk memilih supplier terbaik
  1. Apa saja jenis barang yang disediakan oleh supplier ?
  2. Berapa harga barang dari supplier ?
  3. Bagaimana sistem pembayarannya ?
  4. Sudah berapa lama supplier melakukan bisnis ini ?
  5. Apakah supplier sudah terbukti bisa mengirim barang yang dipesan ke tempat tujuan (cek dulu dengan memesan barang)?
  6. Apakah kemasan yang dikemas supplier sudah bagus ?
  7. Bagaimana rating dan ulasan pelanggan supplier ini di internet ?

Langkah Kedua : Kerjasama dengan Supplier dan Tentukan Harga Jual

Pada langkah berikut ini, alangkah baiknya kalau anda melakukan diskusi lebih lanjut dengan supplier supaya keuntungan yang didapatkan lebih maksimal. Misalnya pembahasan tentang harga jual, kalian berdiskusi tentang harga yang di patok oleh supplier dan setelah kalian mendapatkan kesepakatan, tinggal memikirkan harga yang sesuai untuk pembeli . 

Harga dari supplier jangan kalian samakan dengan harga yang kalian patok untuk konsumen, kalau kalian samakan maka kalian tidak akan mendapat keuntungan. Jadi intinya kalian harus menaikkan harga jual dari harga supplier untuk mendapat keuntungan.

Namanya supplier maka harga barang mereka seharusnya memang lebih murah ketimbang harga pasaran

Langkah Ketiga : Menentukan Brand dan Mengkampanyekan Produk

Pada langkah berikutnya , jika anda baru memulai bisnis ini dan target pemasaran masih berskala kecil hingga menengah, maka sebaiknya anda lebih fokus pada satu sektor bisnis saja. Semakin banyak variasi produk yang anda jual maka anda juga akan memiliki pesaing yang banyak. Kalau bisa antara satu produk dengan yang lain masih satu jenis

Hal ini dapat membuat anda menjadi kesulitan saat mempromosikan barang kalau jenisnya terlalu banyak. Ditambah lagi anda yang masih baru memulai dan pesaing anda yaitu mereka yang sudah lama dan mahir dalam bisnis ini.

Langkah Keempat : Menangani Customer

Bagi anda yang baru terjun kedalam sistem dropship , sebaiknya anda selalu mengutamakan sikap ramah tamah kepada customer atau pelanggan karena yang namanya jualan, pasti kita akan lebih sering bertemu dengan pembeli yang ngeselin.

Misal chat lama beli kagak, nawar barang secara tidak manusiawi, tiba-tiba dimaki-maki karena tidak bisa menunjukkan foto barang asli selain thumbnail dari katalog supplier, pembeli bak raja yang mau dilayani secara ontime, pembeli masih awam tidak tau apa itu dropship dan menganggap kita penipu karena tidak memiliki toko fisik

Sebaiknya anda membuat syarat dan ketentuan khusus untuk calon pelanggan, menghimbau untuk membaca terlebih dahulu mengenai rincian deskripsi produk yang di jual. Anda sebagai dropship harus bisa melakukan komunikasi dalam hal tawar menawar untuk memaksimal keuntungan

Misalnya saja, ada pelanggan yang sudah bertanya selama berhari-hari mengenai produk tetapi mereka tidak kunjung melakukan pembelian, maka anda harus mengingatkannya supaya mereka segera melakukan pembelian. 

Dan ketika mereka sudah memesan barang, jangan lupa juga untuk mengingatkan mereka supaya segera membayarnya agar produk bisa segera di proses pengirimannya. Akan tetapi mengingatkan ke pada customer harus menggunakan bahasa yang sopan (tau sendirikan netizen indonesia itu baperan)

Demikian sedikit informasi mengenai arti dropshipper, dengan membaca artikel ini diharapkan para pembaca dapat memahami apa saja keuntungan jual beli online menggunakan sistem dropship. Yang penting action dulu, masalah skill dan pengalaman bisa anda pelajari pelan-pelan. Sekian dari Blog Orang IT, Terima kasih......

..helmykediri.com

Posting Komentar untuk "Apa itu dropshipper, penjelasan, contoh dan cara kerjanya"