Skip to main content

6 Ciri-ciri baterai smartphone rusak yang harus diganti


Selamat Datang di Blog Orang IT. Smartphone merupakan perangkat elektronik yang mudah ditemukan saat ini, bisa dibilang hampir setiap orang diseluruh muka bumi telah memiliki smartphone pribadinya. Pabrik ponsel terus memproduksi smartphone setiap hari bahkan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar sampai-sampai mereka juga memproduksi smartphone KW (kwalitas dua). 

Perkembangan teknologi yang pesat membuat smartphone terus mengalami evolusi dan mendapatkan sentuhan inovasi pada setiap komponenya

Meski demikian, sama dengan benda elektronik lainnya dimana setiap smartphone memiliki batas pemakaian yang menyebabkan beberapa komponen atau smartphone itu sendiri harus segera diganti, nah salah satu komponen smartphone yang paling cepat mencapai batas pemakaian adalah baterai

6 Ciri baterai smartphone rusak

Karena penggunaan smartphone yang aktif dan selalu dicharger setiap saat dapat menurun cycle count baterai dengan cepat terlebih beberapa merek baterai memiliki sel-sel pengikat elektron yang sensitif terhadap suhu

Berbicara mengenai ketahanan baterai tergantung tipenya , ada yang bisa bertahan bertahun-tahun namun ada juga yang beberapa bulan pemakaian sudah terlihat AUS nya , selain itu juga dipengaruhi oleh cara penggunaan ponsel masing-masing orang


Jika pemilik ponsel adalah gamer akut yang sering bermain game sambil dicharger seharian, tak heran kalau daya tahan baterai ponselnya semakin lama semakin singkat. Yang jelas jika baterai ponsel memang sudah rusak atau tidak dalam kondisi terbaiknya memang seharusnya segera diganti dengan yang baru

Tidak ada gunanya memasukkan kedalam freezer atau menjemurnya (mitos)

Alasannya sederhana saja , ketika anda sedang diluar ruangan anda membutuhkan alat komunikasi yang bisa bertahan lama dan yang namanya baterai kalau sudah rusak dibiarkan berlama-lama akan semakin rusak bahkan sampai membuat ponsel anda mati total

Selain tidak baik untuk komponen smartphone yang lain tentunya juga tidak dapat mendukung aktivitas pengguna diluar ruangan

6 ciri-ciri baterai ponsel yang harus segera diganti

Beberapa orang merasakan penurunan performa pada baterai smartphone android mereka tetapi sebagian masih ragu apakah sudah waktunya membeli yang baru atau belum , tenang saja pada postingan kali ini Blog Orang IT akan menunjukkan 6 ciri-ciri baterai smartphone android yang harus diganti :

1. Baterai terasa cepat habis

Kondisi baterai smartphone yang cepat habis bisa menjadi pertanda bahwa baterai mulai kehilangan kemampuan untuk mempertahankan sumber energi , misalnya dulu diawal membeli smarthone sekali charger bisa terus digunakan selama 5 jam nonstsop tapi kini setelah dicharger dan digunakan 30 menit saja langsung habis

Dalam artian tidak normalkan? kemampuan baterai akan terus menurun dari yang awalnya 5 jam pemakaian menjadi 4-3-2 jam bahkan hingga 30 menit saja

Jika anda bekerja didalam ruangan itu bukan masalah karena stop kontak selalu tersedia disamping meja tetapi kalau anda bekerja diluar ruangan itu akan menjadi masalah besar yang membuat anda tidak bisa terhubung dengan client/rekan kerja dll

Maksud baterai cepat habis disini adalah masa pakainya tidak wajar misal 1% baterai untuk 1 menit pemakaian , yang namanya baterai memiliki batas jumlah pengisian jadi kalau terlalu sering dicharger maka performanya akan semakin berkurang

2. Sticker baterai mengelupas

Setiap jenis baterai smartphone yang original pasti memiliki stiker yang memuat informasi singkat mengenai baterai tersebut

Beberapa pengguna smartphone mengatakan bahwa jika stiker pada baterai sudah mengelupas sebaiknya segera diganti karena itu menandakan lamanya usia pemakaian baterai. Alasanya untuk sekedar berjaga-jaga jika sewaktu-waktu baterai ponsel tiba-tiba tidak berfungsi

Butuh berapa lama sih sampai sticker baterai ponsel mengelupas ? umumnya sekitar 1 tahunan artinya pengguna ponsel dapat mengganti baterainya setahun sekali untuk menjaga performa ponsel agar selalu baik

3. Baterai tidak kunjung penuh saat di isi

Normalnya setiap jenis baterai akan terisi penuh jika di charger antara 2-3 jam tergantung jenis baterai yang digunakan. Namun beberapa pengguna misal bapak saya kemarin mengeluh baterainya tak kunjung penuh setelah dicharger selama 6 jam (sekitar 70%, tanpa dilengkapi fitur pemutus daya otomatis) berarti tanda-tanda penurunan kualitas baterai mulai terlihat

Kondisi seperti ini akan terjadi secara terus menerus dimana pengisian sumber daya baterai menjadi lebih lama dari pada biasanya namun durasi pemakaian semakin singkat. Secara bertahap kemampuan baterai akan menurun dan pengguna harus segera membeli baterai baru untuk cadangan

Jangan sampai ketika sedang bekerja tiba-tiba baterai anda rusak sama sekali

4. Persentase baterai tidak sesuai

Kasusnya mirip pada point pertama tetapi maksud persentase baterai yang tidak sesuai disini seperti loncat-loncat , misal smartphone baru saja dicharger sampai 100% kemudian digunakan 5 menit persentase baterainya tinggal 60% kemudian setelah +2menit persentase baterai tinggal 30% dan mendadak mati

Jika memang demikian tandanya sel-sel didalam baterai sudah benar-benar lemah dan memang harus segera diganti. Penyebabnya dikarena faktor umur , pemakaian (dicharger sambil melakukan pekerjaan berat misal thetering wifi) serta baterai yang terlalu sering charger discharger

Biasanya hal ini juga ditandai dengan kondisi baterai yang menggembung

5. Smartphone hanya bisa menyala ketika terhubung kecharger

Fungsi baterai sendiri adalah sebagai sumber arus energi portable yang efisien namun ketika smartphone anda hanya bisa menyala ketika dalam kondisi dicharger berarti sudah harus diganti

Smartphone merupakan perangkat portable yang bisa digunakan dimana saja tanpa terikat dengan stopkontak karena memiliki sumber energinya sendiri , bagaimana jadinya kalau setiap ingin menggunakan ponsel harus sambil dicharger ?

Ini adalah tingkat kerusakan baterai paling parah, ketika dicharger status baterai 100% ketika dicabut otomatis baterai berkedip menampilkan status bahwa baterai kosong kemudian mati

6. Smartphone sering mati sendiri

Ketika ponsel dicharger sampai 100% selang beberapa waktu ponsel mati sendiri, ketika dinyalakan muncul keterangan sisa baterai 40% atau baterai habis juga menjadi pertanda pengguna harus membeli baterai baru. Kondisi smartphone yang tiba-tiba mati bisa disebabkan oleh kondisi baterai yang rusak.

Persentase baterai sering kali tidak menunjukkan kondisi yang benarnya, terkadang 100% namun selang beberapa menit langsung turun menjadi 20% , sepertinya patokan dari persentase baterai tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur sisa sumber daya baterai

Bagaimana cara mengganti baterai smartphone?

Mengganti baterai smartphone sebenarnya tidak sulit karena anda tinggal membeli baterai yang tipenya sama atau jenisnya sama , yang perlu anda perhatikan adalah apakah baterai yang digunakan pada ponsel anda jenis removable atau non-removable?

Kalau removable anda bisa membelinya ditoko-toko terdekat sedangkan non-removable sebaiknya meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman untuk menggantikannya. Karena non-removable pemasangannya harus dibongkar jadi kalau pemula sembarangan membuka ponsel jadinya casing retak atau malah rusak

Apalagi jika kondisi smartphone masih dalam masa garansi kalau tidak hati-hati stiker garansinya akan copot menandakan bahwa smartphone sudah pernah dibongkar otomatis pengguna kehilangan hak untuk claim garansi

Cara menjaga kondisi baterai smartphone agar tetap awet

Setelah memahami ciri-ciri baterai smartphone yang harus segera diganti dan anda memutuskan untuk membeli baterai yang baru selanjutnya saya akan memberikan tips-tips sederhana untuk menjaga kondisi baterai ponsel agar tetap awet

1. Gunakan smartphone seperlunya

Pemakaian smartphone bagi setiap orang berbeda-beda, kalau driver online misalnya smartphone harus dalam keadaan aktif seharian untuk menerima orderan tetapi alangkah lebih baik kalau mengistirahatkan smartphone ketika tidak sedang digunakan agar awet

Semakin sering digunakan maka perangkat seperti ponsel akan cepat rusak

2. Jangan menggunakan ponsel sambil dicharger

Pengalaman pribadi dan teman-teman, bermain hp sambil dicharger dalam jangka waktu lama akan membuat kondisi baterainya cepat rusak. Ini sebenarnya sangat berbahaya karena dalam beberapa kasus sering terjadi insiden ponsel meledak saat digunakan bermain game sambil dicharger

Baca juga: Penyebab ponsel meledak

3. Pastikan suhu smartphone tidak terlalu panas

Kondisi smartphone yang panas akan mempengaruhi ketahanan baterai terutama sel-sel didalamnya, katakanlah merek baterai li-ion cukup sensitif terhadap perubahan suhu.

Untungnya beberapa smartphone canggih telah dibekali fitur pendingin, meski demikian anda harus memastikan bahwa suhu ponsel anda tetap dalam kondisi baik (tidak terlalu panas)

4. Jangan membiarkan baterai ponsel habis

Beberapa sumber terpercaya mengatakan , agar pengguna tidak membiarkan hp nya mati dalam kondisi baterai 0% karena ketika dicharger terjadi proses regenerasi sel yang dapat membuat indikator antara persentase baterai tidak sesuai dengan jumlah sumber daya yang sebenarnya. Segera charger ponsel anda ketika jumlah persentase menunjukkan angka sekitar 30%

Intinya jangan sampai membiarkan baterai dalam keadaan kosong

5. Mengoptimasi kinerja smartphone android

Pengguna terkadang tidak sadar kalau banyaknya aplikasi yang berjalan pada sistem android menurunkan performa baterai mereka, untuk mengoptimalisasi penghematan baterai maka pengguna dapat menurunkan kecerahan layar , mematikan koneksi wifi, mematikan koneksi data , menghapus aplikasi yang tidak digunakan dll

Optimasi dilakukan dengan tujuan mengurangi beban kinerja sistem pada ponsel android

6. Gunakan charger asli

Pengguna sering mengisi daya dengan powerbank atau menggunakan charger orang lain yang port usbnya cocok padahal jumlah sumber daya yang dapat diterima oleh port ponsel sudah ditetapkan batasannya

Kalau anda mencharger dari port usb komputer/laptop dengan arus yang rendah 2.5 volt maka itu menyebabkan baterai ponsel anda cepat rusak dan tak menuntut kemungkinan merusak perangkat usb anda juga

Demikian postingan mengenai 6 ciri-ciri baterai smartphone android yang harus segera diganti beserta tips menjaga agar baterai smartphone selalu awet, semoga bermanfaat atau setidaknya menjadi pengetahuan dasar agar pembaca merawat ponselnya dengan lebih baik lagi

https://www.helmy kediri.com
Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal.

Diperbolehkan menyalin artikel diblog ini dengan syarat mencantumkan sumber link (teks langsung). Blog anda tidak akan dihapus , deindex , adsense tidak akan menerima keluhan hak cipta dari saya dsb
Buka Komentar
Tutup Komentar