Skip to main content

97 tips agar blog muncul dihalaman pertama google terbukti!

97 Langkah Sukses TOP 10 di Search Engine

Berikut 97 tips dan trik ber-SEO yang harus dilakukan dan harus dihindari, agar website kita dapat menduduki rangking tertinggi di search engine. Daftar berikut melist banyak faktor yang mempengaruhi sebuah Search Engine Optimization, daftar berikut akan di bagi dalam beberapa prioritas antara lain:

1. Prioritas Tertinggi.

2. Prioritas Menengah.

3. Prioritas Rendah.

4. Hindari.

5. Hindari atau Kena Sangsi (Ban!)

97 Langkah ini merupakan framework apa yang harus Anda lakukan dan apa yang harus Anda hindari. Langkah langkah ini adalah hasil pengujian dari 2000an optimisasi website di search engine Google, Yahoo!, MSN, Altavista, dan search engine utama dunia lainnya selama lebih dari 7 tahun sampai dengan hari ini.


1. Tulis dan buat content yang unik (prioritas tertinggi): content yang unik sangat penting. Perlu bagi pembuat dan pemilik website untuk memiliki content yang memiliki informasi berbeda dari website-website lain yang ada di internet.

2. Selalu melakukan up date content (prioritas tertinggi): website yang memiliki content yang selalu di update secara teratur akan menjadi lebih hidup dari pada website yang jarang melakukan update. Hal ini juga membantu meningkatkan relevansi content atas website, dan sangat mempengaruhi rangking.

3. Gunakan Keyword phrase yang tepat (prioritas tertinggi): hal pertama yang harus dilakukan ketika bekerja dengan SEO adalah menemukan keyword phrase yang tepat. Jangan mencoba untuk melakukan optimasi atas keseluruhan site hanya dengan satu keyword phrase, tetapi fokuskan usaha pada penulisan content page untuk keyword dan phrase yang spesifik.

4. Pilih phrase yang populer, tetapi jangan terlalu populer (prioritas tertinggi): ketika memutuskan sebuah keyword phrase, kita ingin mendapatkan keyword yang populer tetapi bukan yang sangat atau terlalu populer. 

Dalam hal pemilihan keyword yang populer bukan yang terlalu populer sepertinya bertentangan dengan intuisi, tapi realitasnya adalah keyword yang sangat populer itu umumnya terlalu umum dan luas serta sangat diinginkan oleh semua pemain online sehingga tingkat persaingannya sangat tinggi. Sebaiknya,   lakukan optimasi pada keyword yang tepat dan dapat dioptimasi dengan baik, sehingga posisi bisa menjadi tinggi. 

Dengan menggunakan keyword yang tidak terlalu populer sangat besar kemungkinan kita untuk mendapatkan pageview tinggi meskipun kita berada di halaman dua sekalipun, daripada bersaing dikeyword yang populer akan tetapi hanya dapat berada di halaman 50.

5. Buatlah website yang accessible (prioritas tertinggi): accessible HTML adalah yang dapat di akses baik oleh search engine spider serta dapat di baca oleh pengunjung atau visitor. Semakin mudah diakses page yang kita buat, akan semakin mudah search engine untuk membacanya dan merangking page-pagenya.

6. Gunakan keyword phrase didalam title tag (prioritas tertinggi): title tag adalah salah satu tag terpenting didalam sebuah webpage. Dengan menuliskan keyword phrase di title tag, sebaiknya di bagian atas atau awal, adalah sangat penting untuk membuat phrase tersebut masuk ke search engine.
Ditambah lagi, ini membuat keyword phrase akan di tempatkan sebagai link di index search engine.

7. Gunakan domain dengan keyword phrase (prioritas tertinggi): menggunakan keyword phrase sebagai nama domain adalah salah satu cara terbaik untuk lebih mengoptimalkan phrase tersebut.

8. Gunakan keyword phrase pada URL (prioritas tertinggi): jika tidak dapat menggunakan keyword dalam nama domain, keyword dapat gunakan di URL. Search engine membaca URL dan memberikan nilai pada teks yang ada di dalamnya.

9. Gunakan banyak keyword phrase, tapi jangan berlebihan (prioritas tertinggi): rasio perbandingan antara keyword terhadap teks dalam page disebut keyword density. Sangatlah penting untuk mengulang keyword dalam dokumen, tapi jangan berlebihan. Prosentasi keyword density seharusnya antara 3% - 7% untuk keyword phrase utama dan 1%-2% untuk secondary keyword atau keyword phrase.

10. Gunakan keyword phrase sebagai headline (prioritas tertinggi): headline tags (h1,h2, h3, etc.) adalah tempat yang tepat untuk meletakkan keyword phrase dan secondary keyword. Search engines menyadari jika headline lebih penting dibandingkan dengan teks-teks lain di sekitarnya, sebaiknya letakkan keyword disana untuk mendapatkan nilai lebih.

11. Gunakan keyword phrase dalam anchor text link (prioritas tertinggi): link text adalah tempat lain yang tepat untuk meletakkan keyword phrase. Disetiap webpage keberadaan link biasanya lebih menonjol dibandingkan dengan teks yang lain.

12. Mintalah orang lain untuk melink ke website kita (prioritas tertinggi): cara bagus untuk mendapatkan inbound link adalah dengan meminta orang lain untuk melink ke web kita. Tetapi jangan berlebihan, cross-linking yang berlebihan akan dianggap sebagai spam. Berhati-hatilah dengan membeli link dari pihak ke tiga.

13. Usahakan keyword phrase ada dalam incoming link (prioritas tertinggi): inbound link merupakan salah satu cara untuk menaikkan page rank. Tetapi kita tidak dapat mengontrol bagaimana orang me-link ke page kita. Seandainya mereka tidak mau menggunakan phrase yang mendekati keyword prase kita.

Yang perlu di  ingat  adalah,  mereka  melakukan  link  secara  sukarela,  seandainya memungkinkan kita dapat memintanya dengan baik-baik kepada mereka untuk menggunakan phrase yang kita kehendaki, karena terkadang mereka bisa sangat sensitive. Bila tidak hati-hati, bisa jadi mereka akan menghapus link ke webpage kita.

Cara lain untuk menempatkan keyword phrase dalam inbound link adalah dengan menyediakan teks link siap pakai. Contoh: Please link to this page:

<a href="http://helmykediri.com/index.php">SEO Indonesia Services</a>

14. Usahakan mendapat link dari site-site bereputasi tinggi (prioritas tertinggi): sitesite yang terkenal jika mereka mau bertukar link dengan kita akan dapat menaikkan reputasi kita. Mereka biasanya bersedia untuk melink ke web kita, bila kita dianggapnya memiliki nilai lebih. Caranya adalah dengan menyampaikan ke mereka bahwa site kita memiliki nilai lebih dengan menyebutkan bahwa site kita memiliki posisi tinggi di search engine dan Google page ranknya juga tinggi.

15. Dapatkan link dari site yang sama atau sejenis (prioritas tertinggi): outbound link yang berasal dari site sejenis sangatlah penting. Ini mengindikasikan bahwa site kita memiliki content yang berkaitan dengan topic tertentu dan berhubungan dengan yang lain. Selain itu juga mengindikasikan kepada pesaing jika site kita cukup bernilai dan mereka akan memberikan kredibilitas lebih.

16. Dapatkan link dari site-site .edu, dan .gov (prioritas tertinggi): site-site dengan .edu dan .gov adalah top-level domain memiliki tingkat kredibilitas tinggi karena domain-domain ini sangat sulit didapatkan. Jika desainer-desainer dari site-site tersebut mau melakukan link ke site kita, akan menaikkan kredibilitas site kita.

17. Buat sebanyak mungkin content (prioritas menengah): content adalah segalanya. Semakin banyak content yang ada di dalam site, akan semakin besar kemungkinannya untuk terindeks dan muncul di search engine.

18. Usahakan content website tetap dalam satu tema (prioritas menengah): tema atau topik dari keseluruhan site sangat penting. Jika kita memiliki banyak page dengan satu tema, akan meningkatkan kredibilitas tiap page.

19. Peliharalah site kita (prioritas menengah): karena page-page yang sudah lama (di domain yang sama) akan memiliki rangking lebih tinggi dibandingkan dengan page yang baru (di dalam domain yang sama).

20. Buat sitemap (prioritas menengah): search engine suka sitemap, bukan untuk perankingan, tapi untuk menemukan link dalam website kita. Sitemap dapat berbentuk XML sitemap atau Google sitemap, bahkan sitemap dengan HTML biasapun bisa dipakai.

21. Gunakan 301 redirect untuk permanent redirect (prioritas menengah): ketika melakukan redirect page, gunakan selalu 301 http server redirect. Ini akan memberitahukan search engine jika redirect tersebut permanent dan mereka harus mengganti indexnya dengan URL baru. Biasanya untuk para spammer mereka menggunakan tipe redirect yang lain (HTTP 302 redirects dan meta refresh).

22. Gunakan 302 redirect hanya untuk URL yang terlalu panjang atau jelek (prioritas menengah): HTTP 302 redirect hanya untuk temporary redirect. Redirect ini hanya digunakan untuk meredirect URL-URL yang jelek agarmenjadi lebih user-friendly.

Teknik redirect ini akan mengatakan kepada search engine jika URL yang jelek tersebut jangan dihapus dari index, karena ada URL yang user-friendly lain yang cocok dengan URL tersebut Perlu diingat, para spammer juga menggunakan 302 redirect ini untuk mengecoh search engine.

Jadi berhati-hatilah jika menggunakan redirect tipe ini.

23. Dapatkan sebanyak mungkin outbound link (prioritas menengah): link sangat penting terutama dari site lain. Ini yang disebut outbound link. Jika kita mendapatkan banyak outbound link, akan dapat membantu menaikan page rank. Perlu di ingat 1-2 link dari site yang reputasinya bagus akan memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada 100 link yang berasal dari link farm.

24. Letakkan  keyword  phrase  di  paragraph  pertama  (prioritas menengah): pengulangan keyword phrase dalam content sangat penting. Terutama pada paragraf pertama dan kedua. Perlu diingat lagi, lakukan pengulangan secara wajar dan jangan berlebihan.

25. Letakkan keyword phrase dibagian atas HTML (prioritas menengah): selain dalam paragraf pertama, letakkan juga content yang berisi keyword phrase dalam dokumen HTML.

26. Letakkan keyword phrase pada alternatif text (prioritas menengah): image dapat dipakai untuk meletakkan keyword phrase – sebagai alternatif text. Ini adalah salah satu cara meletakkan keyword phrase ke dalam dokumen tanpa melakukan pengulangan kata. Tetapi kita tetap harus berhati-hati jangan sampai berlebihan, dan akan terkena ban.

27. Besarkan font size yang dipakai untuk menulis keyword phrase (prioritas menengah): search engine mengetahui jika ada font yang ukurannya lebih besar dari standart font dalam page berarti dia lebih penting dari yang lain. Gunakan CSS atau font tag. Gunakan juga perubahan font size ini paga headline tag.

28. Formatlah keyword phrase agar lebih menonjol (prioritas menengah): pakailah <strong> dan <em> untuk membuat keyword phrases lebih menonjol dari teks lainnya. Search engine akan membaca tag tersebut dan melihatnya lebih dari pada teks lain di sekitarnya.

29. Tulis meta description yang jelas (prioritas menengah): search engine menggunakan description meta tag sebagai description di indexnya. Jadi sangat penting untuk mendiskripsikan page kita dengan akurat. Selain search engine akan mengindexnya juga membantu pengunjung/visitor untuk menemukan page kita.

30. Link antar page dalam site - inbound link (prioritas menengah): link memang penting, dan link antar page dalam satu site adalah salah satu cara termudah untuk mendapatkan link. Memang link ini tidak penting dalam search engine rangking disbanding link dari eksternal site, tetapi cukup membantu. Selain itu link antar page juga akan membantu search engine spider menemukan semua page di dalam site.

31. Sisipkan link diantara teks (prioritas menengah): link yang dapat dimasukkan dalam teks dokumen (external link atau link dalam site) akan merangking lebih tinggi dibanding daftar link atau bentuk link artificial lainnya. Ini dikarenakan search engine menilai content dan link yang bersatu dalam kontek content yang saling terkait.

32. Tetap cari outbound link (prioritas menengah): semakin tua umur link akan semakin baik. Jika ada 100 link yang di pasang secara bersama-sama, search engine akan melihat kita membeli link, dan akan dianggap sebagai spam.

Selengkapnya > Tips trik seputar blog dan seo

33. Dapatkan link dari DMOZ dan Yahoo! (prioritas menengah): DMOZ dan Yahoo! serta direktori – direktori lain akan menunjukkan jika page milik kita memiliki keterkaitan dengan bagian dari direktori.

34. Cek inbound link dan outbond link secara periodik untuk pagerank (prioritas menengah): setiap kali menempatkan external link ke dalam site, ada resiko dari site yang kita link berasal dari link farm atau "bad neighborhood".

Dengan secara periodik melakukan cek atas pagerank dari site-site yang kita link, kita dapat menghilangkan link yang telah berubah menjadi buruk atau tidak layak. Ini membantu untuk menjaga kredibilitas site agar tidak jatuh karena pihak yang melakukan link ke kita.

35. Buatlah link untuk semua major image (prioritas menengah): penting untuk selalu membuat link image karena orang sering meng-klik image. Search engine juga menilai lebih content yang memiliki link. Kuncinya adalah selalu menyertakan alternative link. Semua image yang dapat dilihat pengunjung harus ter-link.

36. Page harus selalu up-to-date (prioritas menengah): page-page yang secara reguler di up date akan mendapat prioritas dibanding page lama yang tidak pernah di update. Dalam hal ini tidak hanya membenarkan ejaan yang sudah ada tapi juga melakukan perubahan kecil dan reguler biasanya lebih efektif.

37. Jika harus memakai frame, selalu gunakan noframes tag (prioritas menengah): frame dan search engine sebenarnya saling bertentangan. Tapi kalau harus memakai frame, berarti harus menyertakan nonframe version.

38. Jika harus memasang Flash, selalu sertakan alternative text (prioritas menengah): flash dan search engine juga bertentangan, tapi jika harus ada flash berarti harus disertakan juga alternatif text yang mendiskripsikan apa yang ada dalam flash element tersebut.

Jika menggunakan flash untuk keseluruhan site, harus disertakan alternatif version dari complete site dalam HTML sehingga search engine dan non-Flash browser dapat melihat dan menampilkannya dengan baik.

39. Flash digunakan untuk bagian yang tidak terlalu penting dalam page (prioritas menengah): penggunaan terbaik flash dalam website hanya untuk porsi kecil saja, mungkin untuk bagian yang tidak telalu penting.

Search engine dapat melihat flash, tapi melihatnya sebagai image. Berdasarkan pada Google Webmaster Central, site-site yang efektif menggunakan flash adalah "use Flash for rich media but rely on HTML for content and navigation.

40. Dekatlah selalu dengan root directory (prioritas rendah): semakin tinggi page kita di sub-direktori, akan semakin baik rangking kita di search engine. Dikarenakan page-page yang terlist berada di root directory umumnya lebih baik dari page-page yang terdapat pada kedalaman 4 atau 5 di site.

41. Gunakan keywords tag dan sertakan keyword phrase (prioritas menengah): meta tag adalah cara populer untuk menaikkan hasil di search engine, tapi ada beberapa search engine utama yang tidak menggunakan metode ini, tetapi ada juga yang menggunakan metode ini. Tidak ada salahnya untuk menyertakan keyword phrase dan secondary keyword dalam meta keyword tag, tapi hasilnya belum
tentu juga.

42. Usahakan keyword dalam satu kesatuan (prioritas menengah): search engine merangking keyword dalam page tidak perduli dimana mereka diletakkan. Tapi jika ingin rangking yang lebih baik untuk keyword phrase spesifik, kumpulkan  keyword-keyword  tersebut  untuk  memastikan  search  engine mengenalinya sebagai satu kesatuan yang saling terkait.

43. Pakai keyword phrase di meta description (prioritas menengah): search engine akan menggunakan apa yang terdapat dalam bagian meta description sebagai diskripsi dalam hasil pencariannya. Jadi penting untuk memiliki diskripsi yang bagus. Menyertakan keyword phrase dalam meta description tag adalah salah satu tempat dimana search engine akan melihat keyword kita.

44. Siapkan language meta keyword kita sendiri (prioritas menengah): jika page kita tidak dalam bahasa Inggris, set up language meta tag sehingga search engine (dan juga user agen lainnya) mengetahui bahasa apa yang dipakai.

Kebanyakan search engine memiliki cara lain untuk mengatakan bahasa apa yang tertulis dalam teks, tapi mereka lebih sering menggunakan tag tersebut, selain itu tag ini juga akan membantu untuk menaikkan rangking page kita di halaman pencarian dengan bahasa tertentu.

45. Optimasikan secondary keywords (prioritas menengah): setelah kita menetapkan suatu keyword phrase, ada baiknya disiapkan juga satu atau dua keyword lain untuk dioptimasi. Tapi pemilihan keyword ini harus hati-hati, pastikan keyword density atas secondary keywords antara 1-2%. Jika lebih tinggi akan beresiko membingungkan search engine dan melemahkan kekuatan primary
keyword phrase.

46. Gunakan keyword phrase dibagian anchor (prioritas menengah): anchor atau sering di sebut bookmark adalah tool navigasi dalam web page. Tapi bagi search engine juga mengindikasikan penjelasan suatu teks dan dengan mengikuti anchor akan memiliki signifikansi lebih. Jika memakai keyword phrase di anchor, akan memberikan teks tersebut lebih mencolok.

47. Gunakan bentuk kata yang berbeda untuk keyword phrase (prioritas menengah): hal ini biasa di sebut stemming. Kebanyakan search engine mengenali word stemmed satu dengan yang lain sebagai word atau kata yang sama. Contoh versi plural dari kata benda (dog dan dogs, dig dan digging) dll.

Dengan menggunakan bentuk yang berbeda untuk keyword, dapat membuat page kita lebih menarik bagi pembaca, sementara tetap dapat di optimasi.

48. Gunakan synonym untuk keyword (prioritas menengah): synonym, sama dengan keyword stemming adalah cara lain untuk mengolah teks bagi pembaca sementara tetap bisa di optimasi. Kebanyakan search engine modern memiliki perpustakaan synonym yang besar dan kuat sehingga dapat mengenali synonym dari kata seperti “dog” dan “canine” adalah sama. Tetapi kita harus berhati-hati untuk page-page yang bukan berbahasa Inggris.

Karena kebanyakan search engine di develop di Negara berbahasa Inggris, dan lebih banyak memiliki vocabulary dalam bahasa Inggris disbanding bahasa lainnya. Perlu untuk diingat, tool seperti keyword density readers sering tidak mengenali synonym, jadi ada kemungkinan gae kita lebih banyak keyword-nya dari pada yang di report oleh tool tersebut karena banyak terdapat synonym.

49. Jangan terlalu banyak link ke external sites (prioritas menengah): melakukan link site ke site lain adalah ide yang baik, tapi jangan penuhi page-page dalam site dengan link ke mereka. Ini bisa melemahkan efektifitas page kita ke search engine, lebih buruknya lagi page akan tampak seperti daftar link yang bisa memperbesar kemungkinan di finalti oleh search engine.

Selain itu jika terlalu banyak punya external link, berarti semakin banyak pekerjaan untuk mengecek mereka secara regular untuk memastikan page kita tidak masuk ke linkungan yang tidak mendukung.

50. Buat domain yang berbeda dari pada menggunakan sub-domain (prioritas menengah): subdomains adalah cara untuk membuat website baru tanpa harus mendaftarkan domain baru. Tapi sub domain tidak akan mudah dikenali oleh search engine dibanding domain yang berdisi sendiri.

Selain itu orang lebih familiar dengan bentuk URL yang dimulai dengan “www.domainname.com”. URL yang terlalu panjang seperti www.subdomain.domain.com jarang dikenali oleh mereka. Jika memungkinkan pindahkan semua yang ada di dalam sub domain ke dalam domain name sendiri.

51. Usahakan dapat domain.com (prioritas menengah): tantangan besar dalam mendapatkan nama domain yang bagus, terutama dengan .com top-level domain (TLD). Tapi jika memiliki domain dengan .com yang bagus akan menaikkan rangking dibanding menggunkan domain dengan.biz or .us TLDs. Jika site kita .edu domain (karena site kita sekolahan atau universitas) akan segera mengangkat kredibilitas sebuah site.

52. Gunakan hyphen (-) untuk memisahkan kata dalam domain (prioritas menengah): ketika meletakkan keyword dalam domain dan URL, perlu dipertimbangkan untuk memisahkannya dengan (-) daripada menuliskannya jadi satu atau menggunakan underscores (_). Search engine spiders dapat tahu dimana sebuah kata dimulai dan berakhir tanpa ada tanda baca seperti hyphens, kebanyakan komputer membaca hyphens sebagai akhiran kata, tapi melihat underscores sebagai bagian
dari kata.

53. Gunakan hyphens atau underscores untuk memisahkan kata di URL (prioritas menengah): sama seperti domain, di URL kata juga dipisahkan dengan hyphens (-) atau underscores (_). Hyphen lebih baik, tapi diluar domain, underscore tetap bisa bekerja dengan baik. Hyphen lebih baik karena banyak search engine spider mengenali hyphens sebagai akhiran kata, tapi melihat underscores sebagai bagian dari kata.

Selain itu, dapat terlihat seperti spasi untuk pembaca (karena garis bawah dari link dan garis underscore sering bersatu.), ini yang membuat pembaca/pengunjung sering bingung ketika menuliskan URL dan akhirnya page-nya tidak terbuka.

Baca juga : Cara melihat backlink kompetitor

54. Tulis page yang singkat (prioritas menengah): semakin pendek page, semakin sedikit kita mengulang keyword phrase dan mempertahankan density pada prosentase yang pas. Selain itu page yang pendek cepata dalam loadingnya, dan pembaca menyukainya. Usahakan page berada di bawah 150KB in size. Split page yang panjang menjadi multiple page dan optimasi setiap pagenya.

55. Hati–hati menggunakan JavaScript (prioritas menengah): sepanjang scriptnya valid dan tidak merusak HTML, kebanyakan search engine akan mengabaikannya. Tapi jangan berharap pada JavaScript saja untuk meningkatkan rangking– kebanyakan search engine mengabaikan content yang ada dalam JavaScript.

56. Sertalan text transcript podcast dan sound files (prioritas menengah): sama seperti image dan flash, search engine tidak dapat mengindex sound file termasuk podcasts. Dengan menyertakan transcript sound file dan podcast, berarti memberikan search engine lebih banyak teks untuk di indeks.

57. Jangan hosting ditempat yang membolehkan spam (hindari!): dalam hal ini semua tipe spammer, terutama search engine spammer. Cari tahu kebijakan dari hosting provider kita mengenai spammer. Biasanya ini tercantum dalam terms and conditions mengenai aktivitas-aktivitas yang mencurigakan. Jika IP kita kena blacklist, maka semuanya akan terblacklist, meskipun site kita tidak melakukan hal-hal buruk.

58. Jangan hosting di tempat yang sering down (hindari!): meskipun search engine tidak memfinalti site yang sedang down, tapi kondisi ini membuat mereka tidak dapat mengindex page karena site tersebut tidak dapat dikunjungi.

Jika down beberapa kali dan bersamaan saat search engine spider berusaha mengaksesnya, site dapat di-flag sebagai hilang (gone), dan kemudian spider tidak mau datang lagi. Tanyakan ke hosting provider bagaimana uptime rate mereka dan garansi yang dapat mereka berikan. Uptime kurang dari 97-98% dianggap buruk.

59. Jangan tulis content dengan JavaScript (hindari!): search engine tidak memfinalti site yang menggunakan JavaScript, tapi mereka tidak mengindex content script. Jika page menggunakan JavaScript untuk mendisplay contentnya, akan sangat sulit untuk terindex. Ini juga termasuk page-page yang menggunakan script untuk show and hide text dan page yang menggunakan Ajax untuk content.

60. Jangan abaikan alt text untuk image terutama image dalam text (hindari!): image yang inline dengan text dapat mempercantik tampilan web page, tapi jika alt text di tinggalkan search engine tidak akan mengambil content yang relevan.

Perlu diingat semakin berat sebuah page karena imagenya, semakin sedikit kemungkinan search engine akan merangkingnya. Sebagian besar search
engine akan merangking berdasarkan text, dan alt text adalah alternative yang  kurang bagus.

61. Jangan pakai image untuk mengganti text link (hindari!): search engine optimization semuanya berhubungan dengan text, dan jika memilih menggunakan image dibanding text, meskipun alt text yang dimiliki sangat bagus, search engine akan mengalami kesulitan dalam merangkingnya. Ini terutama untuk navigasi.

Search engine spider melakukan crawl keseluruhan site dengan mengikuti link, dan link dalam image akan lebih sulit untuk diikuti atau di rangking dibandingkan dengan text link.

Selain itu image juga akan melambatkan visitor dalam meload page. Lebih baik gunakan CSS daripada menggunakan image.

62. Jangan sampai salah tulis keyword dalam content (hindari!): akan sangat merepotkan untuk mengoptimasi site jika ada kesalahan tulis keyword. Memang kesalahan ini tidak akan mengganggu, terutama jika kita memang akan menggunakan kesalahan kata sebagai kata kuncinya. Cuman akan merusak kredibilitas kita dimata pembaca maupun customer.

Karena orang akan melihat kita tidak profesional, dan lagi banyak search engine dan browser yang memiliki spell checker dalam mesinnya, sehingga akan semakin memunculkan kemungkinan untuk terlihat adanya kesalahan.

63. Jangan mengoptimasi lebih dari 2-3 keyword dan phrase (hindari!): ini disebut dengan keyword dillution. Jika memiliki banyak topik dalam sebuah page, akan sulit bagi search engine dan pengunjung untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang dibahas. Jika ada banyak hal yang akan disampaikan, ada baiknya membuat multiple short page untuk tiap topiknya, daripada menjejalkannya dalam satu page yang panjang.

64. Jangan menggunakan keyword phrase terlalu banyak (hindari!): keyword stuffing adalah praktek dalam mengulang keyword atau keyword phrase berkali-kali sampai akhirnya dalam page tersebut tidak ada teks lain selain keyword phrase.

Cek dengan keyword density untuk mengetahui seberapa sering pengulangan itu terjadi, bila idikasinya diatas 10% artinya terlalu berlebihan. Jika dalam penyisipan keyword terlalu mencolok, search engine akan langsung memfinalti.

65. Jangan berharap pada link-link yang datang dari IP yang sama (hindari!): memang Google tidak mendeskriminasikan domain-domain yang berasal dari IP yang sama (seperti domain-domain yang menggunakan virtual hosting), tetapi ada beberapa search engine lain yang melakukan hal tersebut. Sehingga ada baiknya untuk mengembangkan inbound link dengan link-link dari domain lain yang kita miliki. 

Hal yang sama juga berlaku untuk domain yang berada pada hosting provider yang sama (berasal dari C-level IP address yang sama). Google tidak akan menfinalti site-site seperti ini, tapi mesin yang lain mungkin akan melakukannya. Berikut beberapa situasi sangat mencolok yang membuat sebuah site terkena ban oleh search engine.

66. Jangan gunakan lebih dari 10 kata untuk URL (hindari!): jika kita ingin menaruh keyword di URL (dan di domain juga), URL yang panjang akan tampak seperti spam baik di mata pengunjung maupun search engine. Namun demikian ini bukanlah isu serius, dan jika terpaksa harus menggunakan 11 – 15 kata di URL, seharusnya tidak menjadi masalah, sepanjang tidak dilakukan
setiap waktu.

67. Jangan gunakan URL parameter (hindari!): parameter di URL akan membuatnya menjadi lebih panjang dan sulit bagi setiap pengunjung untuk membacanya. Dan search engine akan terkacaukan oleh parameter tersebut, terutama jika parameter ini dimaksudkan untuk menyimpan informasi customer, dan tidak mengindikasikan sebagai web page yang berbeda.

Selain itu search engine tidak akan merangking dynamic page lebih tinggi dari statis page, dan kebanyakan dynamic page menggunakan parameter di URL untuk mengindikasikan halaman yang  benar.  

Jika  memang  harus  memasang  parameter,  ada  baiknya mempertimbangkan untuk menulis ulang URL ke static URL, setidaknya untuk page-page yang memang sangat penting.

68. Jangan gunakan dynamic URL (hindari!): secara umum, spider lebih memilih static URL dibanding dengan yang dynamic. Memang ada kemungkinan untuk mendapatkan rangking lebih tinggi dengan dynamic URL, tapi akan lebih mudah lagi bila dynamic URl-nya di redirect ke static URL yang lebih pendek.

69. Jangan gunakan session ID (hindari!): sama seperti dynamic URL, search engines kurang menyukai URL dengan session ID didalamnya. Realitasnya, session ID dapat mendatangkan lebih banyak masalah dengan search engine spider dibanding dynamic URL.

Permasalahannya adalah, setiap kali spider datang ke site dengan session ID maka akan diindex site itu sebagai URL yang benar-benar baru- meskipun contentnya identik. Ini dapat membuat search engine berfikir kita sedang melakukan spamnya dengan identical content, dan dapat membuat site tersebut kena ban.

Dalam Google guidelines sekarang disebutkan jika id= URL parameters are okay, tapi bukan berarti search engine lainnya melakukan hal yang sama.

70. Jangan mengharapkan AdSense untuk meningkatkan ranking (hindari!): adSense adalah cara mendapatkan uang melalui website. Tapi pada kenyataannya, memasang Adsense tidak akan meningkatkan atau menurunkan rangking di search engine, bahkan di Google sekalipun.

71. Jangan berharap pada Adword untuk menaikkan rangking (hindari!): adwords adalah cara untuk beriklan menggunakan Google. Kita harus membayar banyak untuk mendapatkan rangking terbaik di daftar iklan Google.

Tapi dengan memiliki account di Adwords tidak mempengaruhi apapun atas rangking di daftar natural search bahkan di Google sendiri.

72. Usahakan dan menjauhlah dari link farm (hindari!): jangan pernah link ke link farm. Meskipun search engine tidak menentang site-site yang memiliki link ke link farm, ada baiknya hindari link farm, untuk mencegah pengaruh buruk dari link-link yang dimilikinya.

73. Jangan link ke link farm (hindari!): Google menyebut spamming sites sebagai "bad neighborhoods" dan jika kita link ke mereka, kita akan berakhir dengan page rank rendah. Jika kita mencurigai atas site yang akan link ke kita adalah "bad neighborhood", periksalah PageRank-nya dan lihatlah apakah mereka komit atas aturan-aturan SEO, jika mereka memang benar “bad neighborhood” jangan link ke mereka.

74. Jangan buat page khusus link (hindari!): page khusus link sangat membosankan bagi search engine maupun pengunjung. Kebanyakan seach engine akan menilai lebih link yang menyatu dan saling berkaitan dengan content dalam page sebagai satu kesatuan.

75. Jangan link ke dan dari site yang sama berulang kali (hindari!): ini juga disebut dengan link spamming. Jika kita beruntung search engine akan membaca link-link yang kita miliki di page dan hanya melihat satu atau dua saja terutama yang dioptimasi. Buruknya, site kita akan tampak seperti spammer, meskipun kita tidak link ke "bad neighborhood" ataupun melakukan cross-linking scheme.

76. Jangan masuk ke link circles (cross-linking) (hindari!): ada site yang link-link miliknya saling berhubungan dengan pola berputar (atau lebih kompleks) circular (site A link ke site B link ke site C link ke site A), ini akan tampak seperti membeli link.

Jangan berasumsi jika pengunjung atau konsumen anda tidak memberhatikan pola ini, apa lagi search engine. Karena search engine lebih menghargai link, mereka juga menginginkan "honest" link, atau link-link yang tidak berbayar. Jika tampak seperti link berbayar, search engine akan langsung memfinalti.

77. Jangan sampai ada broken links dalam site (hindari!): broken link dapat membuat site tampak buruk, dan mengindikasikan kalau site tidak terpelihara. Search engine hanya memberikan layanan kepada konsumenya hasil yang berkualitas tinggi, jadi mereka akan langsung memfinalti site-site yang banyak memiliki broken link. Gunakan link checker secara periodic untuk memastikan link-link yang anda miliki masih valid.

78. Jangan pakai meta refresh tag untuk me-redirect user (hindari!): banyak spammer yang menggunakan hal ini untuk mengelabui search engine, sehingga berfikir jika sebuah page mengenai satu hal, dan kemudian merefreshnya menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda.

Meta refresh juga tidak memberikan informasi apapun ke search engine mengapa redirect ini terjadi.Lebih baik menggunakan permanen HTTP 301 redirect ketika harus melakukan redirect pengunjung ke URL baru.

79. Jangan pakai 302 redirects (hindari!): HTTP 302 server redirect hanya diperuntukkan ketika sebuah page untuk sementara dipindahkan ke lokasi lain di server.

Spammer menggunakan 302 redirect karena memberi mereka lebih banyak URL pada page tujuan yang sama selain itu ada banyak jalan untuk masuk ke page tersebut.

Satu-satunya alasan harus memakai 302 redirect jika memiliki URL yang buruk dengan terlalu banyak parameternya. Maka 302 redirect akan memberitahukan search engine jika site ini bukan permanent redirect, tapi lebih ke alternative URL. Untuk jenis edirect yang lain sebaiknya gunakan 301 redirect.

80. Jangan terlalu sering melakukan koreksi kecil dalam content (hindari!): hanya karena ingin search engine tahu jika site kita selalu di up date, maka sering dilakukan koreksi-koreksi kecil seperti koreksi penulisan, atau merubah 10-20 karakter.

Ini akan terlihat kita sedang mengelabui search engine, agar tampak site kita selalu ter-update. Tetapi ini terlalu berlebihan, sebaiknya lakukan update secara subtantif.

81. Jangan tampilkan content palsu (hindari!): jangan tampilkan content berbeda berdasarkan IP, tipe atau versi browser, OS atau apa saja. Hal ini cukup  menyebalkan bagi para desainer untuk melakukan banyak penyesuaian script.

Selain itu juga akan terlihat sebagai usaha mengelabui search engine menampilkan sesuatu yang berbeda-beda bagi pengunjung.

82. Jika memang harus menampilkan content alternative berdasarkan batasan yang berbeda, buatlah web page yang berbeda, dari pada menggunakan URL yang sama untuk semua content tersebut. Atau usahakan untuk meminimalisir content yang membuat berbedam jangan buat site baru untuk setiap IP atau setiap jenis browser.

83. Jangan melanggar copyright atau hukum lain (hindari!): semua search engine memiliki terms of service yang akan mem-ban site yang melanggar aturan. Pelanggaran copyright adalah cara paling mudah dan sering dalam melanggar hukum di Web.

Jangan selalu beranggapan bahwa sesuatu yang ada di web berati legal untuk di reprint, dapatkan ijinnya atau link ke artikel tersebut. Search engine akan mem-ban site yang secara reguler mencuri content atau melanggar hukum lainnya.

84. Jangan menduplikasi content dalam site (hindari!): satu trik yang sering digunakan spammer adalah membuat satu page kemudian mempostingnya keberbagai tempat, baik di satu domain atau di domain yang lain.

Ide awalnya mungkin jika ada banyak kopinya maka semakin banyak orang yang melihatnya. Tapi search engine tidak suka duplicate content karena dianggap menghabiskan space di server mereka dan tidak memberikan informasi yang bagus bagi konsumen mereka. Jika site terindikasi spamming dengan multiple copy, mereka akan langsung memfinalti.

85. Jangan pakai robots.txt untuk menutup sebagian besar wilayah dalam site (hindari!): secara umum, dengan menggunakan robots.txt file untuk menjaga area tertentu dalam site menjadi limit bagi spider. Tapi jika area yang dilimitkan itu terlalu besar (lebih dari 50%), search engine spider akan menandai site sebagai "forbidden" dan akan mengurangi frekuensi menspider. Jika site jarang di spider,akan sedikit page yang dimasuk kandalam directory dan terupdate rangkingnya.

86. Jangan sampai salah tulis HTML (hindari!): jika spider tidak dapat membaca page karena HTML-nya buruk, berarti site tidak akan terindex. Pastikan untuk memvalidasi HTML secara reguler karena banyak hal yang tidak tampak atau bagi pengunjung manusia dapat di deteksi oleh search engine spider.

87. Jangan pakai frame (hindari!): frame dan search engine bukan kombinasi yang bagus. Sekarang search engine semakin baik membaca site dengan frame, tapi mereka tetap belum merangking site dengan frame lebih baik dari pada website tanpa frame. Meskipun terangking di search engine, kecil kemungkinan untuk mendapatkan klik karena search engine tidak dapat menampilkan title atau deskripsi dari page tersebut.

88. Jangan buat Flash Page (hindari!): search engine tidak membaca image, dan mereka melihat Flash sebagai giant image. Flash dan search engine juga bukan kombinasi yang bagus. Jika kita tidak punya extensive alternative HTML yang muncul ketika Flash tidak dijalankan, maka site tidak akan terangking dengan baik di search engine. Pastikan mengetes site dengan browser saat flash dimatikan untuk mencari tahu apa yang dilihat search engine.

89. Jangan buat site yang melulu Flash (hindari!): jika akan menggunakan Flash untuk site, harus punya versi HTML-nya yang dapat muncul ketika Flash dimatikan. Karena search engine hanya melihat HTML, jadi hanya itu yang akan mereka rangking. Jika ingin mempertahankan flash berarti harus juga membuat site dalam versi HTML – dua kali kerja.

Baca juga : Backlink yang menurunkan peringkat website

90. Jangan pernah redirect ke domain lain (hindari atau kena ban!): melakukan redirect ke domain lain bukan garansi 100% akan terkena ban. Tapi ini tindakan yang sering dilakukan oleh para spammer berhubungan dengan doorway page dan cloaking.

Jika mensetup redirect ke domain baru, maka yang dipakai adalah 301 HTTP redirect, bukan 302 atau meta refresh. Ini memberitahukan search engine bahwa redirectnya permanent, dan mereka harus mengubah dalam direktorinya ke domain baru tersebut.

91. Hati-hati redirect ke domain baru – bisa terkena ban (hindari atau kena ban!): karena trik ini sering dipakai spammer, sebaiknya hindari melakukannya. Sulit bagi kita untuk kembali lagi hanya karena site kita terkena ban secara tidak sengaja.

92. Jangan pernah link invisible image (hindari atau kena ban!): invisible image adalah image yang ukurannya 1x1 pixel dan tidak dapat dilihat oleh kasat mata. Karena link memiliki prioritas tinggi dalam perangkingan website, melink image yang tidak dapat dilihat oleh pengunjung dan hanya dilihat oleh spider.

Jika search engine mengetahui itu, site akan langsung di ban. Jangan link Single Pixel Image – Site akan langsung di Ban. Ini sama dengan hiding text atau menampilkan content yang berbeda antara search engine dengan pengunjung. Search engine dapat membaca CSS atau HTML tag yang dapat membesarkan image size. Jika teknik ini dilakukan untuk mengoptimasi page, maka akan langsung di ban.

93. Jangan sertakan invisible text dalam page (hindari atau kena ban!): hiding text dengan membuat warna yang sama antara teks dengan background akan mengelabui pengunjung, tapi tidak dengan search engine. Bentuk lain dari teknik ini adalah dengan membuat ukuran font yang sangat kecil sehingga tidak terbaca oleh mata biasa.

94. Jangan sembunyikan site – site akan langsung kena ban (hindari atau kena ban!): search engine mengerti CSS dan warna font serta background. Mereka juga mengenali jika ukuran font 1x itu tidak mungkin terbaca manusia. Text yang tidak terbaca oleh manusia tapi tampak oleh seach engine akan
dianggap sebagai spam dan langsung di ban.

95. Jangan pernah buat doorway page (hindari atau kena ban!): doorway page adalah simple HTML page yang sengaja ditulis untuk mengoptimasi satu atau dua keyword. Dan page-page ini di program sedemikian rupa agar search engine spider melihatnya, tapi bagi pengunjung biasa akan diarahkan ke site yang sebenarnya.

96. Jangan pakai doorway page atau langsung kena ban (hindari atau kena ban!): doorway page didesain untuk mengelabui search engine agar mengira bahwa site memiliki relevansi dengan keyword tertentu dan page ini hanya ditujukan agar terlihat oleh search engine. Search engine akan langsung memban site-site yang menggunakan teknik ini.

97. Jangan pernah menampilkan content yang berbeda antara spider dengan pengunjung (hindari atau kena ban!): ini sering disebut dengan cloaking karena ada usaha untuk menutupi apa yang disampaikan dalam site menjadi sesuatu yang berbeda dan sangat mencolok bagi search engine. Search engine hanya inin memberikan informasi yang sebenarnya bagi konsumennya. Jika ditemukan site yang dicloaking mereka akan segera menghapusnya dari direktori. 

/..........https://helmykediri.com
Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal.

Diperbolehkan menyalin artikel diblog ini dengan syarat mencantumkan sumber link (teks langsung). Blog anda tidak akan dihapus , deindex , adsense tidak akan menerima keluhan hak cipta dari saya dsb
Buka Komentar
Tutup Komentar