5 bahaya penyebaran berita hoax dimedia sosial


Selamat Datang di Blog Orang IT ,

"Kejamnya ibu tiri tak sekejam ibu kota.." anda tau siapa yang lebih kejam dari ibu kota ? yaitu berita hoax

Begitulah penggambaran berita hoax dimasa kini , dulu berita hoax atau berita bohong disebarkan dengan tujuan click bait , mencari keuntungan , bersenang-senang , iseng atau menipu orang tetapi berita hoax yang beredar di internet secara nyata bisa menimbulkan konflik ditengah masyarakat

Penyebaran berita hoax biasanya kita lihat dimedia massa bahkan sekelas stasiun televisi nasional pun sering memberitakan berita hoax (pasti anda sudah tau media televisi yang sering memberitakan berita hoax ditahun politik ini) dan ada banyak berita hoax berupa tuduhan hingga fitnah yang disebarkan dimedia sosial dengan tujuan mematikan karekater seseorang

Biasanya sih tokoh utama dalam politik , selebriti  hingga orang biasa

Saya jadi teringat dengan omongan menteri propaganda jaman nazi yaitu Paul Joseph Goebbels tentang :

“Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya” dan “Kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang diubah sedikit saja”.
Artinya berita hoax yang anda kenal dimasa kini sama dengan berita bohong dimasa lalu, tetapi bedanya berita hoax diciptakan oleh sekelompok orang secara berulang-ulang dengan tujuan mencapai suatu dampak tertentu dalam masyarakat

5 bahaya berita hoax yang berkembang disosial media

Penyebaran berita hoax semakin kronis di negeri ini, bahkan tidak sulit untuk mencari informasi hoax ; anda tinggal membuka beranda facebook dan boom , buka mata anda dan lihat semua orang tengah membagikan berita hoax terutama dimusim pemilu seperti ini

5 bahaya berita hoax dimedia sosial

Anda harus bijak dalam penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya karena dampaknya akan sangat hebat ditengah masyarakat 

Berikut adalah bahaya terlalu sering mengkonsumsi berita hoax


1. Kehilangan akal sehat

Banyak orang meneriakkan 'salam akal sehat' hal ini dikarenakan orang-orang sudah terinfeksi virus berita hoax yang sangat kronis. Bayangkan saja ketika seorang idolanya berbohong didepan publik justru penggemarnya tepuk tangan

Orang cenderung tidak memiliki filter saat menerima sebuah berita apalagi kalau berita itu menyangkut junjungan mereka/ orang yang mereka benci , tidak peduli benar atau salah pasti muncul hasrat didalam diri untuk menyebarkan

Faktanya hal itu tidak selalu demikian , menerima seluruh informasi yang kebetulan sesuai dengan opini anda sendiri kemudian meneruskan begitu saja akan membuat orang-orang semakin kehilangan akal sehat

Saya melihat beberapa akun entah itu buzzer atau akun asli yang jelas mereka selalu meneruskan berita hoax setiap saat entah karena untuk menguatkan keyakinan diri sendiri atau bertujuan merusak citra seseorang melalui berita bohong

Masyarakat indonesia sangat mudah terpengaruh oleh berita hoax disosial media , itu karena orang-orang baru melek internet

Dulu ditahun 2013 adalah era feature phone masih berjaya , kemudian ditahun 2014-2015 smartphone mulai dikenalkan dan ditahun 2016 smartphone dijual dengan harga murah hingga semua orang bisa memilikinya. Tak heran kalau menurut survey ditahun 2017 jumlah pengguna internet terbesar 80% datang dari perangkat seluler

Itu menandakan bahwa masyarakat kita masih dalam tahap adaptasi dan memiliki filter yang rendah dalam menerima arus informasi

Hoax tidak hanya mengakibatkan sekelompok orang atau bahkan dosen S3 pun menjadi kehilangan akal. Saya ingin menunjukkan beberapa kasus orang-orang pintar hingga pejabat kita yang dengan mudahnya termakan berita hoax tapi saya urungkan demi menjaga nama baik

Intinya penyebaran berita hoax bisa mematikan akal sehat , perkara yang benar menjadi salah dan perkara salah dicari pembenarannya kalaupun diakui memang salah maka akan dicari kesalahan yang lebih berat untuk menutupi kesalahan yang ringan

2. Terpancing emosi

Berita hoax dirancang menggunakan teknik copywriting yang memicu perasaan marah bagi siapa saja yang membacanya, itu adalah tujuan/goal mereka

Orang yang sudah terpancing emosinya akan ikut menyebarkan berita hoax tersebut baik secara lisan maupun tulisan , entah mengapa saat ngopi diwarung yang dibahas cuma politik padahal sebelum politik menjamur tema-nya adalah janda anak satu atau urusan rumah tangga hehe

Efek marah bisa menular , orang yang terpancing dengan berita hoax akan menyebarkan ulang informasi tersebut dikronologinya dengan menambahkan caption yang lebih sarkasme dari berita hoax aslinya. 

Karena sarkasmenya semakin kejam akhirnya teman-teman yang lain ikut-ikutan terpancing emosi dan berujung pada perdebatan panas dikolom komentar

Bagaimana jika kebetulan yang berdebat bertemu dalam kehidupan nyata ? bisa jadi mereka berkelahi hingga berujung pada pembunuhan (pernah ada kasusnya dimana warga biasa membunuh dokter karena beda pilihan)

Jadi side effect dari berita hoax ini cukup mengerikan , awalnya ditulis dengan narasi dan copywriting yang menggugah emosi kemudian disebarkan ulang orang yang terpancing emosinya dengan tambahan caption yang lebih sadis sehingga terciptalah sebuah sistematis untuk membangkitkan emosi orang secara berurutan

Itulah sebabnya mengapa produksi berita bohong cepat menyebar di internet bahkan banyak lembaga sampai harus membuat klarifikasi terhadap berita-berita yang bertebaran di internet seperti 'cek fakta' , 'turn back hoax' , 'fakta berita' dll

Ini karena masyarakat sudah terlalu panas dengan isu-isu berita hoax yang meracuni pikiran sekelompok orang bahkan orang yang memiliki intelektual tinggi sekalipun dengan mudah bisa terbodohi oleh berita hoax

Semakin sering kita membaca berita bohong , membuat kita menjadi pemarah dan hati kita menjadi sekeras batu

Kita menjadi pribadi yang apatis dan arogan , merasa paling benar dan mudah berbuat kasar karena dalam keseharian kita sudah terbiasa menghujat orang-orang disosial media yang pikirannya berseberangan 

Dan ini juga akan mematikan sifat masyakat indonesia yang selalu melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat menjadi musyarawah untuk memenangkan pendapat diri sendiri

3. Menimbulkan konflik ditengah masyarakat

Dalam dunia psikologi sering dilakukan penelitian dengan menempatkan sebuah objek (orang) kedalam suatu tempat dilingkungan tertutup kemudian diberikan stimulasi informasi negatif secara terus menerus

Awalnya object mampu menolak tapi lama kelamaan dia bisa menerima semua berita negatif tersebut dan menganggapnya sebagai kebenaran , sang objek menganggap dunia luar tidak akan lebih baik bahkan mungkin lebih buruk dan menakutkan

Begitu pula saat kita setiap hari membaca berita hoax secara terus menerus lama kelamaan kita berfikir bahwa dunia sudah tidak baik lagi , kiamat sudah dekat , dajjal sebentar lagi keluar , sangat termudah terpancing dengan isu-isu aneh

Seperti yang terjadi diponorogo kemarin tentang isu kiamat hingga membuat warga satu desa semuanya pergi meninggalkan kampungnya ke malang. Mereka orang islam dan mengapa mereka tidak menggunakan akal sehat bahwa nabi saja tidak tau mengenai kapan pastinya terjadi hari kiamat lha ini kok manusia biasa tiba-tiba memprediksi

Setelah ditelusuri lagi ternyata masalahnya sepele hanya soal missed komunikasi , dan begitulah akibat terpapar berita hoax secara terus menerus membuat akal sehat tidak bekerja lagi dan meski kita tahu kebenaran bahwa dunia sudah tidak baik karena ulah manusianya sendiri

Lantas hal itu tak membuat kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sebagai bentuk pertahanan diri bagi orang yang sudah terjangkit hoax akut , mereka cenderung menarik diri dari lingkungan masyarakat dan tentu saja sifat seperti ini menumbuhkan rasa apatis terhadap sesama

Kebetulan dikampung sebelah kemarin juga ribut gara-gara paslon 01 lewat warga mengacungkan 2 jari terus pendukung satu jari gak terima akhirnya cekcok untung saja bisa dilerai

4. Tidak bisa membedakan lagi dunia nyata mana dunia maya

Beberapa tahun lalu sekitar 2014 sempat dihebohkan dengan munculnya gadget berteknologi augmented reality atau virtual reality yaitu Lenovo Phab 2 Pro dan Asus Zenfone AR

Tetapi sebelum itu orang-orang telah mengenal yang mirip disebut hyper reality

Jadi , hyper rality merupakan perasaan atau kondisi yang muncul dalam persepsi netizen bahwa kehidupan sosial media mereka itu lebih penting dari pada kehidupan nyata yang sebenarnya. Itu adalah masa-masa dimana orang kecanduan teknologi gadget

Mereka menghabiskan waktu seharian penuh didepan hape dan mengabaikan segala hal disekitar lingkungan mereka , orang seperti ini telah kehilangan orientasi dalam membedakan mana yang nyata dan mana yang maya oleh sebab itu mereka menganggap keberadaan didunia maya itu sama saja dengan dunia nyata

Apalagi bila pecandu hyper rality dihantam dengan informsi hoax seperti ini setiap saat bisa dipastikan mereka akan aktif terlibat didalamnya dan ikut memerangi kelompok yang berseberangan baik didunia maya ataupun dikehidupan nyata

Misalnya saya punya teman nolep yang menganggap orang disekitarnya yang tidak sepaham adalah musuh yang harus di hindari. Mereka mempercayai bahwa berita hoax adalah fakta dan sebaliknya fakta adalah hoax ketika informasi itu datang dari kelompok yang mereka percayai

Mereka tidak mau mendengarkan saran dan nasehat dari sahabat apalagi orang tua. Ini adalah dampak berkepanjangan dari matinya akal sehat

5. Memutuskan persahabatan

Karena berbeda dukungan , orang yang awalnya bersahabat menjadi bermusuhan. Awalnya disosial media saling unfollow dan saling memblokir kemudian berlanjut didunia nyata yang saling cuek satu sama lain

Sungguh menyebalkan efek berita hoax berlebihan dapat memecah persaudaraan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun

Tidak hanya persabahatan yang putus kemarin saya baca berita pernikahan yang berakhir cerai karena suami menalak istri yang berbeda dukungan. Sang suami begitu fanatik hingga menepis semua fakta yang diarahkan kepada idolanya dan menerima semua berita hoax asalkan itu terdengar baik

Itulah sebabnya dalam islam sebaik-baiknya perkara adalah yang pertengahan , tidak terlalu fanatik apalagi membela mati-matian kecuali kalau urusannya sudah sampai pada tahap akidah

Meski demikian menunjukkan ghibah calon penguasa adalah hal yang diperbolehkan , ini membantu menyelamatkan umat dari mendapatkan pemimpin yang dzalim tetapi yang harus anda perhatikan adalah hindari fitnah dan informasi bohong

Baca juga : Cara mengetahui berit hoax atau fakta

Belum ada Komentar untuk "5 bahaya penyebaran berita hoax dimedia sosial"

Posting Komentar

Sumber artikel: Pengetahuan penulis , pos tamu

Jika ingin melakukan full copas/nyepin cantumkan sumber , dari pada site-mu saya laporkan ke DMCA ditandai sebagai web spam dan disembunyikan dari Serp. Saya sudah biasa melakukan takedown

Apabila ditemukan dead link tolong beri tahu saya melalui komentar

Tidak menerima pemasangan slot iklan apapun.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel